Monday, August 10, 2009

Baim Trio Show at Batam Asean Jazz Festival 2009


Sungguh suatu kehormatan bagi Baim Trio untuk tampil mengisi gelaran bergengsi Asean Jazz Festival 2009 di Batam. Meski membawakan lagu-lagu blues dan solo Baim, ternyata malah membuat panitia tertarik untuk mendaulat Baim Trio yang kali ini diperkuat oleh Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), dan Rama Moektio (drums) turut meramaikan acara Asean Jazz Festival (AJF) pada tanggal 8 Agustus 2009. Bertempat di pantai Coastarina, AJF digelar dengan 3 panggung yang menampilkan beberapa musisi dan group jazz baik dari Indonesia maupun dari kawasan Asean lain seperti Singapore, Thailand, dan sebagainya. Acara diadakan selama 2 hari yaitu tanggal 7 dan 8 Agustus 2009.
Baim Trio mendapat jatah tampil pada 8 Agustus sekitar pukul 10 malam. Di tengah suasana jazz, Baim Trio tampil dengan ciri khas lagu-lagu blues, pop, dan sedikit jazzy. Tampil menggebrak dengan nomor blues yang cukup panas yaitu "Everyday I Got the Blues" mampu menghantarkan atmosfer blues yang kental kepada para penikmat musik yang hadir. Cukup banyak memang penonton yang berlesehan maupun berdiri menunggu seperti apakah penampilan Baim Trio. Selama ini Baim memang terkenal sebagai pelantun lagu-lagu pop rock. Penonton sepertinya penasaran bagaimanakah penampilan Baim pada sebuah event jazz regional Asean ini. Dan tampaknya penikmat musik sedikit terkesima dengan keahlian Baim dalam memainkan gitar terutama untuk jenis musik blues. Ya mereka akhirnya mengetahui akar dan pondasi karir musik Baim selama ini dalam berkarya, yaitu blues. Selepas lagu pertama, Baim Trio kian membuat bluesy suasana malam itu dengan tembang klasik "Juwita Malam" yang diaransemen blues dan sedikit swing jazz menjelang coda. Tidak ketinggalan pula Baim menyelipkan lagu hits klasik dari band-nya terdahulu yang tidak perlu disebutkan disini, cukup inisialnya saja, A-D-A band, yaitu lagu "Ough!" yang sangat dikenal oleh penonton, juga beberapa nomor solo albumnya. Yang mampu menggelitik penonton dan membuat suasana kian ramai adalah dibawakannya 2 buah tembang lawas yang sangat populer yaitu "Madu dan Racun" serta "Singkong dan Keju" yang diolah menjadi suguhan yang fresh. Setelah beberapa nomor blues, Baim Trio mengakhiri penampilan dengan sebuah lagu blues yang funky dan menghentak milik Jimi Hendrix yaitu "Wait Till Tomorrow". Penonton terlihat sangat puas dan antusias menikmati suguhan dari Baim Trio kali ini di gelaran AJF 2009. Di penghujung acara malam itu, Baim dan Alex Kuple didaulat untuk kembali naik ke panggung ber-jam session bersama beberapa musisi dari Thailand. Membawakan 2 buah nomor blues yang funky dan traditional blues, jam session ini mampu menambah rasa puas para penikmat musik yang menyaksikan. Terimakasih banyak untuk panitia yang telah mengundang Baim Trio, dan terutama para penikmat musik yang hadir di Batam AJF 2009 ini. Salam blues dan jazz! (Alex Kuple).

Monday, June 29, 2009

Review HUT ke-2 Komunitas Jazz Chic’s 28 Mei 2009

agus takari & friends2

Tidak terasa jika penyelenggaraan gathering Komunitas Jazz Chic’s (KJC) sudah berusia 2 tahun bulan Mei 2009 ini. Karena itulah gathering hari Kamis tanggal 28 Mei 2009 sekaligus merupakan perayaan atau syukuran kecil-kecilan. Disebut perayaan kecil-kecilan karena berbeda dengan penyelenggaraan acara Ulang Tahun pertama yang diadakan di auditorium Chic’s Musik yang ber-AC, kali ini acara Ulang Tahun kedua cukup diadakan di pelataran parkir Chic’s Musik seperti biasanya gathering bulanan KJC digelar. Namun antusias penikmat jazz dan pengisi acara yang datang ternyata tetap sangat besar. Hari kamis itu parkiran Chic’s Musik sudah dipadati jazz lovers dari berbagai tempat – terimakasih untuk teknologi internet dan terutama Facebook yang menyebarkan undangan acara KJC ini – sejak pukul 8 malam kurang. Line up penampil sebelum acara dimulai juga tercatat ada 11 group atau penyanyi, sehingga awalnya kami dari pengurus KJC merasa ragu apakah waktunya mencukupi sampai pukul 12 malam. Suasana awal yang ramai membuat kami bersyukur karena musik jazz masih mendapat tempat pada masa sekarang ini, niat kami dari KJC untuk menggelar acara jazz di pinggir jalan ternyata mendapat antusiasme yang meriah, terbukti dari membludaknya jazz lovers yang datang hari kamis itu.
Sekitar pukul 20.30 acara langsung dibuka dengan sepatah dua patah kata dari sang Ketua KJC, yaitu Erik Andrianto sekaligus mewakili pengurus KJC. Sambutan dari Erik dilanjutkan dengan tiup lilin di atas kue tart sederhana. Masih berusia balita, tapi KJC akan berusaha terus untuk semakin eksis. Setelah tiup lilin, Gustam (vokal) dan Ade (piano) mengawali acara dengan menampilkan lagu Moody Blues. Duet yang sejuk dan menggetarkan ini mampu mengangkat nuansa jazz dan membangkitkan semangat jazz lovers yang hadir. Setelah lagu Moody Blues, Gustam dan Ade lalu mendaulat Ossa (drum), Ricky (bass), Bhayu (piano), Yose (perkusi), dan Imam Fathur (gitar) untuk membantu mereka membawakan lagu Spain milik Chick Corea dan Al Jarreau. Sangat panas, suasana semakin meriah dengan irama latin fusion yang menghentak. Ade yang masih berusia belasan dan tuna netra menunjukkan kelasnya sebagai jazzer jenius yang memiliki masa depan cerah. Orang yang mendengar permainan pianonya tidak akan menyangka bahwa dengan usia dan keterbatasan fisiknya Ade mampu membius jazz lovers berkat kepiawaiannya.
Melanjutkan penampilan Gustam, Ade dan kawan-kawan adalah Agus Takari & Friends. Agus Takari adalah mantan instruktur Chic’s dan cukup terkenal sebagai seorang pengajar gitar jazz. Boleh dibilang Agus-lah yang menyebarkan virus jazz di Chic’s Musik sehingga beberapa siswa maupun instruktur tertarik untuk mendalami dan menekuni musik jazz. Agus Takari (gitar) tampil bersama Ella (vokal), Alex Kuple (bass), Ade (piano), dan Hendra (drum). Agus Takari & Friends memainkan 2 buah nomor jazz standard berirama swing, yaitu Someday My Prince Will Come dan Four. Meski bersifat jam session, namun mereka mampu memainkan musik jazz dengan pakem yang tepat dan sangat memanjakan telinga dan rasa jazz lovers dengan musik swing jazz yang mengalun. Terima kasih banyak untuk mas Agus Takari, sang guru jazz kami.
peppyPenampil berikutnya adalah Peppy Probo, seorang vokalis jazz wanita yang sudah memiliki jam terbang tinggi di berbagai pentas jazz. Peppy Probo yang dibantu oleh Erik (gitar), Alex Kuple (bass), Herman (drum), dan Bhayu (piano) memainkan 3 buah lagu jazz standard yaitu Alice In Wonderland, Summertime (yang diaransemen sedikit funk), dan All Of Me. Suara sopran Peppy yang sangat khas semakin memanaskan suasana malam jazz di jalan Pemuda Rawamangun ini.
Kembali telinga penikmat jazz dimanjakan oleh penampilan vokalis wanita, karena setelah Peppy Probo tampil Natasha & Friends. Kelompok ini diawaki oleh Natasha (vokal), Yose (perkusi), Ade (piano), Siti (gitar), Guntur (bass), dan Dedi (drum). Mereka memainkan musik jazz fusion yang sangat meriah, dicampur dengan irama latin jazz yang menghentak. Cukup banyak nomor hangat yang mereka mainkan, diantaranya Don’t You Worry Bout The Things dan Feel Like Makin’ Love. Penampilan Natasha & Friends sangatlah enerjik, penuh spirit muda dengan aransemen jazz yang modern dan dinamis. Vokal Natasha mampu ber-tutti ria bersama instrumen lain dalam sebuah nomor fusion latin yang cukup kompleks.
tania & rickySetelah itu, tampil kelompok Earth yang tak kalah enerjik juga. Earth sudah sering tampil di berbagai acara komunitas jazz termasuk di KJC ini. Earth yang beranggotakan Tania (vokal), Erik (gitar), Ricky (bass), Ade (piano), Yose (perkusi), dan Hendra (drum) membawakan 2 buah nomor jazz yaitu Chick to Chick dan sebuah lagu mereka sendiri Beautiful Rhythm. Lagu Beautiful Rhythm karya mereka ini patut mendapat acungan jempol karena diaransemen dengan jenius yang memadukan irama ragtime klasik, latin, sedikit funk serta be bop. Sangat menghibur dan berkualitas.
Acara KJC kali ini juga dihadiri oleh Beben, pendiri Komunitas Jazz Kemayoran (KJK). Erik kemudian mendaulat Beben untuk tampil ke panggung. Bukan untuk bermain gitar seperti biasanya, namun sepatah dua patah kata dari Beben sangat memotivasi jazz lovers untuk kian menggiatkan lagi acara-acara komunitas jazz demi memajukan dan menyebarluaskan musik jazz di Indonesia. Meski Beben tidak tampil memainkan gitarnya, namun kehadirannya diwakili oleh sang isteri, Carolina (Ina). Ina tampil bersama Ade menyanyikan lagu Somewhere Over The Rainbow. Suara alto serak khas dari Ina mampu menggetarkan dada penikmat jazz yang menyaksikan, terlebih dilatari oleh permainan piano Ade yang mempesona. Bravo Ina dan Ade. Terimakasih untuk Beben dan KJK-nya yang terus mendukung KJC dan komunitas jazz lainnya.

ade & ina

Suasana sedikit berbeda setelah penampilan dari Ina dan Ade, karena giliran berikutnya yang tampil adalah Heaven On Earth (HOE). Kelompok HOE yang beraliran fusion progresif ini masih tetap diawaki oleh Bhayu (piano & synthesizer), Ossa Sungkar (drum), dan Franky Sadikin (bass). Menggebrak sejak awal penampilan, emosi penonton kian dibawa ke langit ketujuh dengan melodi-melodi cepat dan kompleks serta fast tempo. Sangat bertenaga musik yang dimainkan oleh HOE. Di tengah penampilannya, Franky sekaligus juga mempromosikan album solo-nya yang baru beredar dengan memainkan solo bass yang menawan.
Setelah hingar bingar penampilan HOE, suasana kembali sejuk dengan penampilan Empetrio yang dimotori oleh Andry Bassboy (bass), Duan (drum), dan Denny (piano). Mereka memainkan 3 buah lagu yaitu Mr. PC, Long Trip (karya mereka sendiri), dan So What. Paling menonjol adalah permainan bass dari Andry, yang mampu memainkan lick-lick fusion dan funk serta walking bass dengan tone yang mumpuni. Pada lagu Long Trip, Andry juga memamerkan keahliannya mencabik senar bass dengan teknik slap yang enerjik namun sekaligus juga melodius. Terus maju Empetrio!
Malam kian larut tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat, namun tampaknya jazz lovers belum mau beranjak pulang. Karena itu acarapun terus berlanjut dengan penampilan jam session dari Imam Fathur (gitar), Acil (perkusi), Oktav (bass), dan Herman (drum). Jam session ini membawakan 2 buah nomor berirama funk fusion yang sifatnya jamming dan menonjolkan atraksi solo setiap pemain.
Kemudian jam session diteruskan dengan Peppy Probo (vokal), Tania (vokal), Ricky (bass), Acil (drum), Lukman Zaidi (gitar), dan Alex (piano). Jam session terakhir yang sekaligus menutup rangkaian acara Ulang Tahun kedua KJC ini membawakan sebuah nomor jazz standard berirama swing, yaitu Take The A Train. Duet vokal Peppy dan Tania mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagi jazz lovers yang masih setia sampai acara usai.
Terima kasih banyak untuk jazz lovers yang hadir dan berpartisipasi dalam acara KJC kali ini. Sampai berjumpa dalam gathering-gathering bulanan KJC berikutnya. Salam jazz! (Alex Kuple).

happy birthdayhoe

Wednesday, April 29, 2009

Review Gathering Komunitas Jazz Chic’s (KJC) 23 April 2009

Totong Wicaksono & Friends

Totong Wicaksono & Friends

Setelah bulan Maret 2009 Komunitas Jazz Chic’s (KJC) mengadakan gathering di luar Chic’s tepatnya di Gading Food City Kelapa Gading Jakarta, pada hari Kamis tanggal 23 April 2009 KJC kembali ke habitat asalnya yaitu di pelataran parkir Chic’s Musik Rawamangun. Sempat dibuat cemas karena hujan lebat pada sore hari, syukur pada malam hari cuaca kembali bersahabat sehingga acara gathering KJC bisa dimulai sekitar pukul 8 malam. Antusias penikmat jazz langsung terasa dengan banyaknya penikmat jazz yang hadir kali ini, boleh dibilang lebih banyak dibanding penyelenggaraan gathering-gathering sebelumnya. Kemungkinan besar disebabkan kerinduan mereka terhadap gathering di tempat ini kembali atau juga karena line up grup yang akan tampil mengisi gathering April 2009. Setelah dibuka oleh sepatah dua patah kata dari Erik Andriyanto sebagai koordinator KJC, gathering langsung dimulai dengan penampilan jam session dari Erik A (gitar), Herman (drum), Bhayu (piano), dan Franky (bass) membawakan 3 lagu standard diantaranya yaitu All The Things You Are dan So What. Nuansa jazz klasik langsung terasa dari permainan standard jazz mereka ditimpali oleh keahlian masing-masing personil dalam berimprovisasi. Menyusul jam session pertama ini adalah penampilan dari grup yang sudah sering tampil di berbagai event jazz seperti Java Jazz dan Jak Jazz, juga di berbagai komunitas jazz seperti KJC ini. Grup yang terdiri dari Franky (bass), Mudrika (gitar), dan Riza (drum) ini adalah Tiga Mawarnih. Mereka memainkan lagu-lagu karya sendiri yang berjenis Fusion Jazz modern nan progresif, penuh dengan semangat muda dan skill yang cukup tinggi. Penampilan Tiga Mawarnih yang memukau kali ini sekaligus mempromosikan album terbaru milik mereka yang bisa dibeli pada acara ini juga. Gathering KJC 23 April 2009 ini bisa dibilang sangat istimewa karena kehadiran seorang maestro gitar jazz yaitu Agam Hamzah yang menyempatkan diri hadir malam ini.

Agam Hamzah jam session

Agam Hamzah jam session

Tanpa pikir panjang lagi Agam Hamzah langsung didaulat untuk naik ke panggung dan ber jam session bersama Alex Kuple (bass), Herman (drum), dan Bhayu (piano). Memainkan 2 lagu standard jazz yaitu All Blues dan The Chicken, penampilan Agam H mampu menyihir penikmat jazz yang hadir karena kepiawaiannya dalam berimprovisasi dan menyuguhkan musik jazz yang cerdas dan bernas. Dengan skill tinggi dan komunikasi yang baik Agam sekaligus juga membimbing musisi lainnya untuk belajar on the spot bagaimana memainkan musik jazz secara live jam session. Terima kasih banyak untuk kehadiran Agam Hamzah pada KJC kali ini.

MP3

MP3

MP3 yang beranggotakan Andry (bass), Duan (drum), dan Dion (gitar) giliran tampil berikut setelah jam session Agam H. MP3 membawakan 3 buah lagu standard jazz yang mereka aransemen kembali, yaitu So What, Jean Pierre, dan Tenor Madness. Penampilan mereka cukup menawan, dan dengan rata-rata usia mereka yang 20-an tahun memiliki prospek yang menjanjikan ke depannya dalam mengusung musik jazz. Setelah MP3, grup selanjutnya yang tampil adalah Nada Biru yang beranggotakan Bobby (drum), Aris (bass), Aisi (gitar), dan Niki (piano).

Nada Biru

Nada Biru

Nada Biru yang sudah beberapa kali tampil di gathering KJC memainkan beberapa nomor standard jazz, dan menyelipkan sebuah lagu karya mereka sendiri. Di samping kehadiran Agam Hamzah, gathering KJC April 2009 ini lebih spesial lagi karena tampilnya kembali Totong Wicaksono yang dikenal sebagai mantan gitaris grup Canizarro yang sempat populer tahun 90-an. Kali ini Totong Wicaksono tampil berempat dengan dibantu oleh Deri Iskandar (piano), Hendro (drum), dan Alex Kuple (bass). Deri dan Hendro sebelumnya juga sempat memperkuat formasi Canizarro. Totong Wicaksono & Friends tampil membawakan 3 buah lagu fusion jazz yang terdapat dalam album solo Totong W yang akan segera beredar dalam waktu dekat ini. Ketiga buah lagu tersebut adalah Smile Again, Wake Me Up, dan Forever Love. Totong W yang memainkan gitar akustik elektrik nylon tampil menawan dengan menyuguhkan lagu-lagu jazzy fusion yang nyaman didengar dan dinikmati. Welcome back mas Totong, terus berkarya. Setelah Totong Wicaksono & Friends, kembali giliran jam session menampilkan duet gitar Agam Hamzah dan Erik Andriyanto, serta Herman (drum), Ricky (bass) dan Sonny (piano). Jam session ini memainkan 2 buah lagu standard jazz beraroma blues yaitu Summertime dan Straight No Chaser. Permainan improvisasi Agam yang sangat nge-blues ditimpali nuansa traditional jazz dari Erik mampu menghangatkan suasana malam jazz di parkiran Chic’s Musik. Demikian juga solo atraktif dari Ricky, Sonny dan Herman yang membuat penikmat jazz yang hadir memberikan applause dengan antusias. Jam session berikutnya menampilkan pak Lukman Zaidi (gitar) yang sering hadir pada berbagai acara komunitas jazz, dibantu oleh Ricky (bass), Ebet (piano), dan Acil (drum). Quartet ini memainkan sebuah lagu standard yaitu Autumn Leaves. Jam session kemudian dilanjutkan dengan tampilnya Priskilla Stefanny (Fanny) memainkan bass bersama dengan Ebet (piano) dan Acil (drum). Trio jam session yang merupakan penutup gathering April 2009 ini memainkan lagu latin jazz Blue Bossa. Penampilan Fanny yang merupakan siswi Chic’s Depok dan Lukman Z yang biasanya duduk di bangku penonton merupakan bukti bahwa gathering KJC tidak melulu hanya menampilkan musisi jazz profesional, tapi juga memberikan kesempatan kepada para penikmat jazz untuk tampil di panggung jazz ber-jam session ria bersama. Tidak ada batasan lagi antara musisi dan penikmat, semuanya disatukan oleh musik jazz. Terima kasih atas kehadiran teman-teman jazz semuanya, sampai bertemu dalam gathering berikutnya. Salam jazz!! (Alex Kuple).

Jam Session ebet, Lukman Z, Ricky, & Herman

Jam Session ebet, Lukman Z, Ricky, & Herman

Jam Session Fanny, Ebet, & Acil

Jam Session Fanny, Ebet, & Acil

Thursday, March 19, 2009

Gathering Komunitas Jazz Chic’s at Gading Food City 18 Maret 2009


Bicara Jazz at Gading Food City 18 Maret 2009

Bicara Jazz at Gading Food City 18 Maret 2009

Hari Rabu tanggal 18 Maret 2009 merupakan kali ketiga Komunitas Jazz Chic’s (KJC) menggelar gathering di Gading Food City (GFC) Kelapa Gading Jakarta. Berkat kerjasama dengan pihak GFC, gathering KJC cukup sukses digelar setiap hari Rabu selama bulan Maret 2009 ini. Gathering ketiga kali ini dibuka dengan penampilan band Rubberband yang terdiri dari siswa-siswi Lembaga Pendidikan Musik Chic’s Rawamangun. Rubberband membawakan beberapa buah lagu populer saat ini. Penampilan mereka cukup baik dan maksimal serta menghibur pengunjung yang hadir di GFC. Setelah Rubberband, giliran tampil duo Shella (vokal) dan Karisila (gitar akustik) yang membawakan beberapa buah lagu bernuansa akustik. Penampil ketiga adalah band Free Flow yang menjuarai festival band Chic’s beberapa bulan lalu. Free Flow memainkan beberapa nomor jazzy yang cukup populer serta beberapa buah lagu karya mereka sendiri. Penampilan Free Flow cukup apik dan rapi, cukup menjanjikan prestasi di masa mendatang.

Di puncak acara tampil band Bicara Jazz yang sering tampil di gathering KJC. Bicara Jazz yang beranggotakan Andrea Maulana (vokal), Alex Kuple (bass), Erik Andriyanto (gitar), Sonny (piano), dan Herman (drum) merupakan para instruktur di LPM Chic’s. Bicara Jazz membawakan beberapa nomor jazz latin dan standard dan tampil selama kurang lebih 2 1/2 jam (dibagi menjadi 3 sesi pertunjukan). Selain nomor jazz latin dan standard, Bicara Jazz juga meramu beberapa nomor populer dengan aransemen jazz seperti beberapa lagu milik James Blunt dan The Bee Gees.

Bicara Jazz at Gading Food City 18 Maret 2009

Bicara Jazz at Gading Food City 18 Maret 2009

Pada sesi ketiga atau terakhir penampilan Bicara Jazz, pengunjung yang hadir diberi kesempatan untuk ber-jam session, dan ternyata seorang gitaris jazz yang cukup dikenal yaitu Agus Takari yang menyempatkan diri hadir di GFC malam ini bersedia tampil ber-jam session. Bicara Jazz featuring Agus Takari semakin memeriahkan malam gathering KJC 18 Maret 2009 ini dengan memainkan beberapa nomor jazz standard seperti Stella by Starlight dan Satin Doll. Akhirnya sekitar pukul 11 malam gathering KJC di GFC Kelapa Gading harus diakhiri. Terima kasih untuk para pengunjung yang hadir pada 18 Maret 2009 di GFC, Agus Takari yang bersedia tampil untuk jam session, juga kepada pihak GFC yang menyediakan tempat untuk gathering KJC. (Alex Kuple)

Bicara Jazz feat. Agus Takari at Gading Food City 18 Maret 2009

Bicara Jazz feat. Agus Takari at Gading Food City 18 Maret 2009

Bicara Jazz feat. Agus Takari at Gading Food City 18 Maret 2009

Bicara Jazz feat. Agus Takari at Gading Food City 18 Maret 2009

Wednesday, February 25, 2009

Baim Show at Margo City Depok 22 Februari 2009



Setelah sebelumnya pada tanggal 14 Februari 2009 duet Baim dan Artika sukses perform di Pondok Indah Mall 2, kali ini Margo City Depok mendapat kesempatan kedua menyaksikan live Baim dan Tika dengan single "Lindungimu". Kembali Baim dan Band tampil berempat, dengan bantuan Alex Kuple (bass), Acha (drums), dan Soni (piano & keyboard). Bertempat di lobby lantai dasar Margo City yang luas, Baim tampil live pada acara yang dibuat oleh Lee Cooper bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia.Baim dan band mendapat kesempatan tampil sekitar pukul 16.00 WIB. Lagu pertama sebagai opening adalah "Ough", sebuah nomor klasik dari Ada Band formasi awal. Lagu yang cukup menghentak ini mampu menggugah awareness pengunjung Margo City untuk mendekati panggung. Kemudian Baim menyanyikan lagu dari album barunya yang juga nge-beat yaitu "Seksi Untukku".



Memang terlihat para penonton belum begitu "ngeh" dengan lagu ini karena memang masih fresh, namun lirik lagu yang cukup genit bisa membuat penonton sedikit menyimak. Sebagai penutup, Baim berduet dengan sang isteri, Artika menyanyikan lagu andalan di album terbaru yaitu "Lindungimu". Mungkin banyak pengunjung tidak menyangka kalau Artika sebagai mantan Puteri Indonesia mampu bernyanyi, namun keraguan pengunjung terbalas dengan penampilan yang berkualitas dari duet terbaru tahun 2009 ini. Vokal Tika ternyata mampu mengimbangi Baim dan saling bersenyawa. Lirik penuh kasih sayang yang dibalut aransemen musik pop dari lagu "Lindungimu" diharapkan mampu membius penikmat musik Indonesia di tahun 2009 ini.(Alex Kuple).


Baim Show at Pondok Indah Mall 2 14 Februari 2009

Ini merupakan show pertama Baim untuk album terbarunya tahun 2009 "Perfectionist" yang menelurkan singel pertama lagu "Lindungimu" dimana Baim berduet bersama isterinya, Artika Sari. Sekaligus merayakan hari Valentine, Toblerone mengundang Baim dan Tika sebagai pembicara sekaligus perform di stage lobby Pondok Indah Mall. Baim dan band tampil berempat, the rest are Alex Kuple (bass), Acha (drums), dan Soni (piano & keyboard). Meski tanpa checksound terlebih dahulu mengingat keterbatasan waktu dan tempat acara, Baim band featuring Artika tampil cukup maksimal. Tika meski baru pertama kali ini tampil menyanyi di panggung terlihat percaya diri mengimbangi sang suami. Yang sedikit disayangkan adalah adanya larangan menggunakan drum full set di panggung PIM 2, sehingga Acha hanya menggunakan snare dan hi-hat saja. Cukup mengurangi groove musik namun mampu memberi kepuasan pada pengunjung yang penasaran melihat duet Baim dan Tika.(Alex Kuple).

Friday, November 28, 2008

Sunday, August 03, 2008

Gathering Komunitas Jazz Chic's 24 Juli 2008

Acara gathering Komunitas Jazz Chic's (KJC) pada tanggal 24 Juli 2008 terpaksa dibatalkan karena musibah yang menimpa Erick selaku koordinator KJC saat acara baru saja akan dimulai. Erick yang berniat memberikan kata-kata pembuka untuk memulai acara sekitar pukul 21.00 mendadak tersetrum saat memegang gagang mikrofon. Sengatan listrik yang sangat besar dan cukup lama, sekitar 30 detik, membuat Erick kejang dan terjatuh. Jika tidak ada ayah dari Ade (piano) yang berinisiatif menendang tangan Erick yang menggenggam mikrofon, niscaya tangan Erick akan lebih lama lagi menempel pada gagang mikrofon yang dialiri listrik berdaya besar. Saat terjatuh Erick sempat menimpa Joko yang sedang mempersiapkan bass, sehingga Joko pun mendapat sedikit sengatan listrik dari badan Erick. Setelah diistirahatkan di sebuah bangku panjang sekitar 15 menit barulah Erick dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dharma Nugraha di Rawamangun untuk diperiksa kondisinya serta mendapat perawatan sepenuhnya. Syukurlah kondisi Erick masih cukup baik, sehingga ia hanya menginap semalam di Rumah Sakit tersebut. Berdasarkan keterangan Rizky yang bertindak sebagai sound engineer malam itu, kebocoran aliran listrik yang mengakibatkan Erick kesetrum demikian hebat adalah karena adanya kabel yang rusak sehingga menyebabkan korsleting. Rizky juga sempat kesetrum saat memegang mixer yang digunakan, sehingga mixer tersebut jebol dan harus diganti. Mengingat musibah yang terjadi, acara gathering KJC bulan Juli terpaksa dibatalkan. Terima kasih buat rekan-rekan semua yang hadir pada tanggal 24 Juli 2008 serta memberikan pertolongan, bantuan dan rasa simpati terhadap Erick. Sampai bertemu pada gathering KJC bulan Agustus 2008. Salam jazz! (Alex Kuple).

Friday, July 18, 2008

Show Baim Pekan Raya Jakarta 6 Juli 2008

Dalam rangka perayaan ulang tahun kota Jakarta, seperti biasa diadakan pameran dan pertunjukan musik Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran Jakarta. Baim kebagian jadwal show tanggal 6 Juli 2008, berbarengan dengan Yovie & The Nuno. Kali ini Baim tampil lengkap dengan semua pemain band-nya, dengan formasi Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), Acha (drum), Ichol (gitar), dan Soni (piano & keyboard). Jadwal sound check untuk Baim terpaksa mundur sekitar 2 jam karena beberapa kendala di panggung. Karena event yang cukup besar, mas Syafii selaku sound engineer kami bawa untuk memaksimalkan penampilan Baim. Jadwal show sekitar pukul 8 malam juga meleset karena tiba-tiba ada susupan band Female dari panitia sebelum Baim tampil. Syukurlah keseluruhan penampilan Baim sangat memuaskan para pengunjung PRJ yang hadir pada hari minggu itu. Jumlah penonton yang banyak serta antusiasme mereka membawa atmosfer positif bagi Baim dan band-nya, sehingga kami bisa tampil all out. Kepuasan penonton sangat terbantu dengan peran mas Syafii selaku sound engineer yang berpengalaman dalam menangani sound, sehingga energi dari para pemain band tersalurkan kepada para penonton yang menikmati pertunjukan. (Alex Kuple).

Show Baim Pensi SMK Diponegoro 22 Juni 2008

Untuk show Baim kali ini Acha (drummer) berhalangan tampil karena bertepatan dengan hari pernikahannya. Sehingga Baim Trio kali ini tampil dengan formasi Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), dan Herman (drum). Pensi SMK Diponegoro Rawamangun Jakarta ini diorganisir oleh Chic's Musik sehingga beberapa band yang tampil berasal dari para instruktur Chic's dan siswa-siswi serta alumnus Chic's. Baim sebagai mantan instruktur Chic's tampil di penghujung acara, membawakan 4 buah lagu termasuk lagu pop klasik Indonesia "Madu dan Racun" di-medley dengan "Singkong dan Keju". Para siswa SMK DIponegoro yang diasuh oleh Pak Arief Rachman (mantan dosen saya di UI) terlihat sangat antusias menyambut kehadiran dan penampilan Baim. Acara berlangsung dengan meriah dan sukses serta diakhiri tepat menjelang waktu Maghrib. (Alex Kuple).

Show Baim Manado 7 Juni 2008

Kembali kali ini Baim hanya membawa Trio band-nya, dikarenakan masalah budget dari pihak penyelenggara yang sangatlah ketat. Terpaksalah hanya Baim (vokal dan gitar), Alex Kuple (bass), dan Acha (drum) yang berangkat ke Manado ditambah 2 orang crew (Kikoy dan Bodong) serta Eko sebagai road manager merangkap soundman. Acara di Manado adalah memperingati 13 tahun Telkomsel. Rombongan selain Baim berangkat hari Jumat tanggal 6 Juni dini hari dengan pesawat Lion Air pukul 5. Cukup menderita menahan kantuk yang begitu hebat ketika berangkat pukul 3 pagi ke airport. Alasan dari pihak penyelenggara adalah jadwal sound check pada siang hari Jumat, mengingat jadwal acara yang cukup padat. Namun setiba di sana siang hari persiapan dari panitia masih minus dengan alasan hujan deras yang mengguyur Manado seharian. Sampai sore haripun panggung dan sound system belum siap. Yang sangat mengecewakan adalah kami baru bisa sound check jam 4 dini hari Sabtu 7 Juni 2008. Jadi buat apa kami berangkat Jumat pagi? Bayangkan sound check di panggung outdoor, menahan kantuk sembari menahan dinginnya angin malam di pantai Manado! Syukurlah sound check berjalan lancar. Show time adalah sekitar pukul 8 malam, dan jarak dari hotel ke venue sangat dekat, sehingga Baim Trio tidak lelah dan terburu-buru di perjalanan. Penampilan Baim Trio sangat menghibur para penonton yang hadir. Jumlah penonton tidak sebanding dengan luas arena pertunjukan, mungkin karena masalah hujan. Meski demikian kami tampil semaksimal mungkin, dan para penonton yang hadir sangat menikmati lagu-lagu yang kami bawakan. Sehabis manggung, kami disuguhi hidangan sea food khas Manado. Selamat ulang tahun ke-13 buat Telkomsel, dan pesan kepada pihak penyelenggara di Manado agar lebih mempersiapkan dengan matang jadwal sound check. (Alex Kuple).

Sunday, June 01, 2008

Ulang Tahun Pertama Komunitas Jazz Chic's

Ulang Tahun Pertama Komunitas Jazz Chic’s 22 Mei 2008

Tanpa terasa Komunitas Jazz Chic’s (KJC) yang diprakarsai oleh beberapa instruktur Chic’s Musik telah berusia satu tahun. Berangkat dari semangat memasyarakatkan musik Jazz, acara yang rutin digelar sebulan sekali di pelataran parkir pinggir jalan ternyata sampai sejauh ini mampu bertahan dan terus berkembang baik dari segi jumlah penikmat musik jazz yang hadir maupun dari jumlah pemusik yang bersedia tampil. Beberapa musisi terkenal sempat hadir dan berpartisipasi pada gathering-gathering rutin bulanan, diantaranya Baim, Harry Toledo, Iwang Noorsaid, Iwan Miradz, Krishna Siregar, dan lainnya. Kali ini pada kesempatan acara ulang tahun pertama, ada sedikit perbedaan yaitu dalam hal tempat acara. Jika biasanya setiap bulan pada hari Kamis minggu keempat gathering KJC diadakan di pelataran parkir Chic’s Musik, maka kali ini gathering sekaligus ulang tahun pertama KJC mengambil tempat di auditorium Chic’s Musik. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi jumlah penikmat musik Jazz yang akan datang. Jumlah pengisi acara yang terdaftar akan tampil saja sekitar 15 sampai 20. Karena itu acara gathering ulang tahun ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB mengingat banyaknya pemusik Jazz yang akan berpartisipasi.

Agak terlambat dari jadwal yang sudah disusun karena masalah lighting untuk shooting video yang belum siap, acara dimulai sekitar pukul 17.20. Sedikit kata-kata pembuka dari Tanthie sang MC dilanjutkan dengan sambutan singkat oleh Erick selaku koordinator KJC dan pak Jemmy Suhadi selaku owner Chic’s Musik. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi dan syukuran ulang tahun pertama KJC.

Penampilan pembuka adalah jam session oleh beberapa instruktur Chic’s Musik, yaitu Alex Kuple (Bass), Ossa (Drum), Imam Fathur (Gitar), Acil (Perkusi) dan Sonny (Piano). Jam session awal ini membawakan lagu Happy Birthday yang diaransemen Latin Jazz.

Setelah break Maghrib, yang kebagian tampil pertama adalah Imam Fathur (Gitar) dibantu oleh Ossa (Drum) dan Oktav (Bass). Seperti biasanya, Imam membawakan beberapa nomor Fusion Jazz dari Lee Ritenour dan karya sendiri. Selanjutnya tampil grup People 2 yang digawangi oleh Yansen (Piano) dan Roy (Vokal). Karena pemain bass dan drum mereka tidak bisa hadir, People 2 dibantu oleh Alex Kuple (bass) dan Herman (drum) dalam penampilan kali ini. People 2 Membawakan 3 buah lagu standard jazz yaitu All Of Me, Girl From Ipanema dan St. Thomas. Dalam gelaran Ulang Tahun pertama KJC kali ini yang bertindak selaku MC adalah Yudhi Dado (drum), Erick (gitar) dan Bhayu (piano).

Peppy Probo & Friends tampil setelah People 2 dengan memainkan lagu-lagu Days Of Wind and Roses, Let’s Fall in Love dan Too Close For Comfort. Grup ini beranggotakan Peppy (vokal), Sonny (piano), Dede (gitar), Eja (drum) dan Taufan (bass upright elektrik). Penampilan Peppy cukup memukau dengan ciri khas vokalnya yang melengking dengan range vokal yang luas, serta improvisasi yang cukup matang. Melanjutkan penampilan Peppy Probo & Friends adalah grup Notturno yang beranggotakan Joshua (bass upright), Masmo (piano) dan Hendra (drum). Meski bertiga, penampilan mereka terasa penuh dan rapi dalam memainkan corak musik light standard jazz. 3 buah lagu yang mereka mainkan adalah He Told Me About Bean (lagu orisinil Notturno), Stolen Moments dan sebuah lagu dari Thelonious Monk.

Sebagai penampil kelima adalah Yose, Ade & Friends, memainkan lagu standard Giant Steps dan Take 5 serta Cold Dark Night yang berirama Funk Jazz. Grup ini terdiri dari Yose (vokal dan perkusi), Ade (piano), Ricky (bass), Erick (gitar) dan Hendra Jr. (drum). Ade yang masih berusia belasan tahun dan menderita tunanetra sudah sering tampil dalam acara reguler bulanan KJC dan sejak kecil sudah terbiasa ber-jam session dengan para musisi jazz ternama di Amerika Serikat. Kekurangan fisiknya ternyata tidak menghalangi kecermelangan bakat musiknya. Ade tampil memukau dengan improvisasi matang yang dapat kita bandingkan dengan para pianis jazz senior. Grup berikutnya yang tampil adalah One + 2, yang terdiri dari trio vokal Andrea, Gustam dan Pay, serta dibantu oleh Dimas (gitar), Herman (drum), Aji (piano), dan Joko (bass). Mereka tampil kompak dengan aransemen vokal trio yang memikat, membawakan 2 buah lagu yaitu Route 66 (blues jazz) dan L.O.V.E (diaransemen Fusion).

Setelah sesi lagu-lagu standar jazz seperti swing dan be bop, 2 penampil berikut ini sedikit berbeda dengan membawakan jenis musik Fusion yang cukup kompleks. Penampil ketujuh adalah grup Heaven On Earth yang beranggotakan Bhayu (piano dan keyboard), Ossa (drum) dan Franky (bass). Mereka membawakan nomor-nomor karya sendiri yang bercorak Fusion Jazz, yaitu Camel Rider dan Drum Overture. Dengan ciri khas musik Fusion yang njelimet dan penuh dengan tutti, mereka tampil cukup prima. Heaven On Earth telah merilis satu album dan sering tampil di berbagai event jazz berskala nasional. Melanjutkan Heaven On Earth adalah bintang tamu yang sangat ditunggu pada gelaran Ulang Tahun KJC, yaitu Iwang Noorsaid. Iwang yang memainkan keyboard dengan sampling sound dari notebook nya tampil dibantu oleh Ossa dan Franky, membawakan komposisi Iwang sendiri bercorak progresif fusion jazz. Terlihat kematangan seorang Iwang yang sudah cukup lama berkiprah di dunia musik khususnya jazz, dengan improvisasi dan kelincahan jari-jarinya yang sangat memukau.

Setelah 2 penampil yang membawakan corak Jazz Fusion, penampilan kesembilan membawa kita kembali ke era jazz swing dan ballad, yaitu Beben & Friends. Beben (vokal dan gitar) yang merupakan pelopor berdirinya Komunitas Jazz Kemayoran tampil bersama Nanin (piano), Martin (bass), Hendra Jr. (drum), dan Carolina (vokal). Mereka memainkan 5 repertoire yaitu Blue Monk, Stompin’ At The Savoy, Night & Day, One Note Samba dan Lullaby Of Birdland. Dengan komposisi dan improvisasi yang manis ditambah ciri khas vokal serak dari Carolina, Beben & Friends mampu mendinginkan suasana yang terlanjur panas oleh penampilan fusion sebelumnya.

Suasana panas yang berbeda kembali dimunculkan oleh penampilan Zarro ‘n de Vega yang mengusung corak musik latin yang menghentak. Zarro (vokal dan gitar akustik nylon), Ricky (bass), Revi A (drum), Wuijoko (perkusi), Iman BS (harmonika) dan Roberto (piano) dapat mengangkat suasana dengan irama latin yang energik. Mereka membawakan 3 repertoire latin yaitu Incompatibilidade, Tolare dan Navegando Sozinho. Penampilan kesebelas kembali mengangkat aura fusion yaitu Afy yang beranggotakan Aji (gitar), Franky (bass) dan Yudhi Dado (drum). Mereka memainkan Giant Steps yang diaransemen progresif serta Blues 3/8 yang rancak. Sayang penampilan mereka sedikit terganggu oleh kabel gitar Aji yang bermasalah, kadang nyala kadang mati. Namun overall mereka berani membawakan nomor jazz yang sedikit berbeda. Melanjutkan suasana fusion adalah penampilan berikutnya dari Tiga Mawarnih yang beranggotakan Franky (bass), Mudrika (gitar) dan Riza M (drum). Mereka sudah merilis sebuah album indie label dan sering tampil di berbagai ajang jazz nasional. Tiga Mawarnih memainkan 3 buah lagu komposisi mereka sendiri. Sedikit masalah juga menimpa penampilan mereka karena komputer yang mereka gunakan untuk menjalankan sequencer mendadak ngadat. Lagu kedua terpaksa mereka ganti karena masalah tersebut. Demikian pula lagu ketiga yang mereka mainkan terpaksa dihentikan oleh Franky karena komputer masih bermasalah. Namun demikian tidak mengurangi respek audiens terhadap permainan mereka yang kaya olah skill dan teknik prima.

Penampilan ketiga belas oleh Agus Takari & Friends mengembalikan lagi era klasik jazz. Agus Takari (gitar), Peppy (vokal), Herman (drum), Martin (bass) dan Ade (piano) sebenarnya terbentuk dadakan pada saat itu juga karena tim yang direncanakan sebelumnya oleh Agus tidak bisa hadir. Namun jam session dadakan ini cukup mampu menghadirkan nuansa jazz yang kental dari permainan gitar Agus Takari yang sebagai seorang guru telah menghasilkan murid-murid jazzer yang handal juga. 2 buah nomor yang mereka bawakan adalah Take The A Train dan Stella By Starlight. Berikutnya yang tampil adalah New Kids On The Bob (NKOTB) yang beranggotakan Rio (gitar), Reza (drum) dan Taufan (bass upright elektrik). Meski rata-rata masih berusia muda, mereka mampu membawakan 3 buah reperoire standard jazz dengan apik. 3 nomor yang mereka bawakan adalah Sometime Ago, Four On Six dan Chelsea Bridge. Khusus pada lagu terakhir, permainan gitar Rio terdengar sangat indah dan matang memainkan nomor ballad tersebut. Jika kita tidak melihat siapa yang bermain pasti kita akan menebak bahwa yang memainkan gitar pada lagu tersebut adalah jazzer yang sudah tua.

David Klein, seorang sound engineer ternama di Indonesia, menyempatkan diri hadir dan ber-jam session di atas panggung bersama NKOTB. Membawakan C Jam Blues dan Misty featuring Peppy Probo, David Klein menunjukkan keahlian lainnya yang selama ini terpendam, yaitu memainkan piano. Sentuhan jazz pada permainannya sangat kental, meski sudah lama tidak bermain piano di panggung.

Acara tampaknya harus segera dihadiri karena waktu telah menunjukkan sekitar pukul 00.30. Penampilan penutup (keenam belas) adalah tuan rumah, yaitu grup Bicara yang beranggotakan Alex Kuple (bass), Erick (gitar), Sonny (piano) dan Bobby (drum). Bicara memainkan 2 buah nomor standard jazz yaitu Waltz New dan Confirmation. Bicara juga sering tampil di berbagai event jazz, terakhir mereka tampil di event Jazz Blunt di Tennis Indoor Senayan sebagai opening act dari konser James Blunt, dengan mengaransemen beberapa nomor James Blunt menjadi jazz.

Setelah Bicara, gelaran Ulang Tahun Pertama KJC diakhiri oleh jam session seperti layaknya event-event jazz berbasis komunitas. Jam session pertama yang terdiri dari Carolina & Peppy (vokal), Bobby (drum), Dede (gitar), Martin (bass), Sonny (piano) dan Yose (perkusi) memainkan nomor Route 66. Dilanjutkan oleh jam session kedua yang terdiri dari Alex Kuple (bass), Erick (gitar), Beben (vokal), Hendra Jr. (drum), dan Yose (perkusi) membawakan nomor Just Friends.

Sebagai sebuah komunitas yang baru seumur jagung alias setahun, ternyata Komunitas Jazz Chic’s telah sedemikian berkembang dan mampu menarik minat baik penikmat maupun musisi jazz untuk berpartisipasi dalam mengembangkan musik Jazz. Salut dan selamat buat KJC, serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang hadir pada acara Ulang Tahun Pertama KJC. Salam Jazz. (Alex Kuple 2008).

Foto-foto bisa diklik disini, click here for photos

Tuesday, April 29, 2008

Review Gathering ke-9 Komunitas Jazz Chic’s 24 April 2008

Review Gathering ke-9 Komunitas Jazz Chic’s 24 April 2008

April 28, 2008

Tanpa terasa Komunitas Jazz Chic’s (KJC) sudah berusia hampir genap setahun. Tepatnya bulan Mei depan pada tanggal 22 Mei 2008, KJC akan merayakan ulang tahun pertamanya dengan gathering yang dirancang akan lebih meriah dari gathering rutin bulanan biasanya. Dan mulai gathering ke-9 tanggal 24 April 2008 yang baru saja lewat, aroma perayaan ulang tahun sudah terasa dengan banyaknya penampil dan penonton yang hadir di pelataran parkir Chic’s Musik Rawamangun Jakarta Timur, tempat acara gathering KJC biasa diadakan. Boleh dibilang gathering kali mencatatkan prestasi baik dalam hal jumlah penonton maupun penampil.
Mengambil tema “Swing Era”, gathering dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan penampilan jam session dari para instruktur Chic’s Musik yaitu Erick (gitar), Bhayu (piano), Ossa (drum) dan Joko (bass) membawakan lagu standard Solar. Selanjutnya, gathering dimeriahkan dengan kehadiran Beben (pelopor Komunitas Jazz Kemayoran) yang memberikan workshop tentang Jazz khususnya pada era Swing, dilanjutkan dengan talkshow bersama Erick (yang termasuk salah seorang pelopor KJC). Kemudian Beben tampil bernyanyi dan bermain gitar bersama Ossa, Joko dan Ade (piano) membawakan 2 buah lagu Swing Just Friends dan Now’s The Time. Masih ingatkan dengan Ade? Dia masih berusia belasan tahun dan memiliki bakat luar biasa, dan sangat istimewa karena dia memiliki gangguan penglihatan namun mampu memainkan banyak repertoire jazz dengan fasih.
Penampil berikut adalah langganan dalam setiap gathering KJC yaitu kelompok Heaven On Earth yang digawangi oleh trio Bhayu, Ossa dan Franky (bass). Mereka sedikit menyimpang dari era Swing dengan membawakan nomor-nomor karya sendiri yang kental bernuansa Fusion. Kali ini KJC kedatangan tamu yang istimewa yaitu Iwang Noorsaid, seorang pianis/kibordis yang sangat dikenal di kalangan para jazzer karena memiliki bakat dan kemampuan spesial semenjak dia kecil bersama band The Kids. Iwang langsung didaulat naik ke panggung untuk ber-jam session bersama Alex Kuple (bass), Ossa, Erick, Jose (perkusi) dan Wisnu (saxophone). Jam session ini membawakan irama jazz yang sedikit funk dengan memainkan lagu-lagu Feel Like Making Love dan Cantaloupe Island. Meski baru didaulat di panggung namun disinilah letak kekuatan sebenarnya dari musik Jazz, yaitu menyatukan hati dan jiwa dalam bermain bersama meski secara mendadak saling dipertemukan tanpa latihan sebelumnya.
Berikutnya yang tampil adalah Quintet Erick, Joko, Herman (drum), Ade dan Wisnu yang mengembalikan nuansa Swing dengan membawakan lagu-lagu In A Sentimental Mood dan Take The A Train. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan manis berirama swing dan latin dari Tania & Friends, terdiri dari Tania (vokal), Ricky (bass), Hendra (drum), Totong (gitaris Canizzaro), Jose (perkusi), Ade, dan Acil (perkusi). Mereka membawakan 3 buah lagu Lullaby Of Birdland, Misty dan Close To You.
Gathering kali ini semakin meriah dengan kehadiran Krishna Siregar, seorang pianis jazz yang juga cukup dikenal di kalangan jazzer dan tergabung bersama Iwang Noorsaid dalam kelompok Storytellers yang sering mengisi perhelatan jazz nasional seperti Jak Jazz dan Java Jazz. Krishna didaulat ber-jam session bersama Ricky, Hendra, Jose (kali ini bernyanyi), dan Dodi (gitar). Mereka membawakan lagu swing jazz blues Billie’s Bounce.
Karena waktu sudah mendekati tengah malam, gathering terpaksa harus segera diakhiri dengan jam session dari Krishna, Iwang, Franky, dan Ossa yang memainkan lagu Donna Lee. Krishna dan Iwang berbagi 1 piano dan saling bergantian ber-solo ria dengan kemampuan mereka yang istimewa. Sangat tepat untuk menjadi penampil pamungkas dalam gathering KJC kali ini, meninggalkan rasa puas yang dalam bagi para penonton serta rasa penasaran menunggu kemeriahan gathering ulang tahun pertama KJC bulan Mei 2008. Salam Jazz! (Alex Kuple).

Friday, April 04, 2008

Super Grunge (Show at Classic Rock Cafe Bandung, 27 March 2008)


Super Grunge (Show at Classic Rock Cafe Bandung, 27 March 2008)

Super Grunge merupakan kolaborasi dari para musisi yang pada era tahun 1990-an mengawali karir dengan memainkan musik aliran grunge dan alternative rock. Terdiri dari Ipang (Vokalis dari Plastik/BIP), Magi (Drummer dari /rif), Edwin (Gitaris dari Cokelat) dan Alex Kuple (Bassist dari ALV). Kesaman akar musik inilah yang mendasari terbentuknya proyek Super Grunge, yang didukung oleh pihak Classic Rock Bandung sebagai penyelenggara acara Alternative Nation pada tanggal 27 Maret 2008. Dengan persiapan yang boleh dikatakan minim, hanya mengandalkan ingatan pada masa lalu pernah membawakan jenis musik grunge ini - seperti dikatakan oleh Ipang dan Magi "Udah kira-kira 15 tahun yang lalu nih kita bawain lagu-lagu grunge!" - namun kecintaan pada jenis musik inilah yang membuat proyek Super Grunge menjadi penuh semangat membara. Proyek ini seakan membawa spirit pencerahan baru pada masing-masing musisi, memberi nafas segar saat kembali ke band mereka masing-masing, itulah yang ditekankan oleh Edwin. Peran dari Joshua (manajer Funkop dan staff promosi majalah Rolling Stone) dan Trisno (Bassist dari Pas Band) sangat besar dalam membidani proyek Super Grunge ini. Melalui mereka jugalah proyek ini bisa berjalan dengan sukses.

Repertoire yang dibawakan oleh Super Grunge pada show 27 Maret 2008 :

1. Plush (Stone Temple Pilots)

2. Interstate Love Song (Stone Temple Pilots)

3. Alive (Pearl Jam)

4. I Alone (Live)

5. Would (Alice In Chains) dinyanyikan oleh Che dari Cupumanik

6. Come As You Are (Nirvana) dinyanyikan oleh seorang vokalis dari komunitas grunge Bandung

7. Spoonman (Soundgarden)

8. I Don't Know Anything (Mad Season)

9. Jeremy (Pearl Jam)

10. Black (Pearl Jam)

Meski diadakan pada hari kerja, yaitu Kamis malam Jumat, namun jumlah kursi di Classic Rock terisi penuh, ditambah beberapa puluh penonton yang berdiri. Penonton yang kebanyakan berasal dari komunitas grunge Bandung terlihat antusias sambil bernostalgia ke era musik rock yang bagus dan bermutu tahun 1990-an. Che - vokalis Cupumanik - menyempatkan diri hadir dan ber-jamming ria di panggung, membuat atmosfir grunge kian terasa kental. Demikian juga Trisno - bassist Pas Band - yang memaksakan diri untuk hadir dan menikmati suasana grunge kembali, meski baru saja kembali dari konser di luar kota bersama Pas.

Musik grunge tampaknya tidak akan pernah mati, setidaknya di hati para penggemar sejati grunge. Meski dulu pernah mencapai puncak kejayaan pada era tahun 1990-an dengan The Big Four (Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden dan Alice In Chains), saat ini boleh dikatakan menjadi semacam gerakan underground sekaligus gerakan moral dengan menyisakan motor utama Pearl Jam yang tetap eksis sampai detik ini. Proyek ini juga berusaha untuk mengembalikan semangat bermusik yang murni, bila kita melihat keadaan musik Indonesia saat ini yang hampir seratus persen berorientasi pada lagu cengeng. Seperti pernah menjadi bahan pembicaraan hati ke hati (curhat) antara Edwin dan Alex, bahwa anak band 90-an sekarang sedih melihat band-band yang ada saat ini karena lebih menomorsatukan selera pasar dibandingkan mutu dan kreativitas berkarya. Semoga proyek ini bisa terus berjalan dan berkembang untuk memberikan pencerahan pada penikmat musik Indonesia saat ini yang sudah terlanjur terbius dengan musik-musik pop cengeng. Kembalikan semangat musik sejati!

(Alex Kuple).


Sunday, March 02, 2008

Puisi : Balita Di Jalanan

Balita di Jalanan

Siapakah yang akan menjaganya,
menemani hari-harinya,
bermain, bercanda, belajar hidup, merasa,
membantunya, menghibur di kala duka,
memberinya makan, minum, susu, kehangatan,
menjaganya, merawatnya, melindunginya,
membuainya, menceritakan dongeng sebelum tidur?
Saat melihatnya, masihkah kita merasa hidup ini adil?
Katakan padaku keadilan seperti apa untuknya?
Di jalanan ia terpaksa melalui hidup yang nyata
Sangat nyata sampai air mataku tak mampu keluar,
menyisakan kesesakan yang sangat di dada
Kebahagiaan coba diraihnya lewat dunia yang tak ramah
Kecrekan dari tutup botol atau galon bekas air mineral menjadi alat mencari makan
Bertahan untuk makan sekedarnya mengais rejeki dari uluran tangan orang
Sekolah di jalanan dengan seragam kusam
Apa pelajaran yang akan didapatnya dari kesombongan dunia?
Kawan, aku tak mampu melanjutkan kata-kata,
karena kata-kata tak pernah mampu menceritakan betapa perih hati merasa.

(Alex Kuple, Jakarta 3 Maret 2008)

Puisi : Diam Tak Selamanya Emas

Diam Tak Selamanya Emas

Saat diam tak tertahan
Kata-kata meluncur menghunjam deras
Tegas tuntas terkadang beringas
Siapa yang sanggup membungkam pikiran?
Ketika nurani telah dicampakkan dalam kubangan,
dan harga diri ditindas terampas tak berbekas
Janji tinggal bualan dan dongeng mimpi buruk
Lantangkan suaramu sobat,
karena diam tak selamanya emas.

(Alex Kuple, Jakarta 20 Februari 2008)

The Army Ants Second Show

KONSER KEDUA THE ARMY ANTS

Tanggal 22 Februari 2008, bertempat di Vicky Sianipar Music Center di Jalan Minangkabau Manggarai Jakarta Selatan, The Army Ants tampil dalam acara launching Qitix sebagai penyedia jasa content digital seperti ring back tone, wallpaper, dan sebagainya. Berbeda dengan penyedia content digital lain, Qitix lebih mengutamakan karya-karya band-band indie ataupun perseorangan dengan tidak mensyaratkan sudah sign kontrak dengan perusahaan rekaman sebelumnya. Jadi meski The Army Ants belum mendokumentasikan karya-karya ciptaan sendiri dalam bentuk fisik album CD atau kaset, lagu-lagu The Army Ants bisa di download sebagai ring back tone, true tone, wallpaper dan bentuk digital lain melalui Qitix.

Lebih lengkap bisa ikuti link berikut:
http://www.qitix.com/web/artis_detail.php?aid=9
Download The Army Ants Ring Back Tone at
http://www.qitix.com/web/download.php?aid=9
or at
http://www.freekoms.com/en/general/ringlist.jsp?keyword=the+army+ants

Konser kedua The Army Ants dimulai sekitar pukul 8 malam. Saat tampil, jumlah penonton terbilang minim, karena mungkin konser hari itu berbarengan dengan konser Helloween di Senayan. Namun The Army Ants yang kali ini selain Alex Kuple (Bass) dan Joshua (Vokal) dibantu juga oleh Mita (Drum), Yugo (Keyboard), dan Adit (Gitar) tetap menyajikan penampilan yang maksimal. Diawali dengan lagu Whatever Song yang medium tapi grungoholic pada bagian interlude, penonton tampaknya masih sedikit mikir dengan jenis musik yang dibawakan. Perpaduan antara Grunge dan Pop. Lagu berikutnya adalah We're Not Okay yang sedikit lebih menghentak tetap dengan nuansa grunge dan pop dibalut sentuhan funk pada beatnya. Lagu ini cukup memanaskan suasana. Lagu ketiga Cover My Day yang diawali dengan intro piano ditimpali riff gitar. Lagu ini tergolong lembut dan menjadi favorit banyak pengunjung website myspace The Army Ants (www.myspace.com/thearmyants). Joshua berhasil membius penonton dengan keindahan melodi dan lirik Cover My Day ditimpali dengan vokal sedikit menggeram khas grunge. Beberapa penonton mulai merapat ke depan panggung sekedar untuk melihat atau mendengar lebih jelas, juga untuk mengabadikan dengan kamera foto penampilan The Army Ants. Lagu keempat Forever Games dengan intro gitar yang mengingatkan sekali suasana musik grunge alternatif era 90-an namun dibalut dengan orkestrasi string di tengah lagu, ditambah suasana grungy yang berbau jazz pada bagian interlude. Sebagai lagu terakhir, The Army Ants membawakan Dirty Rain yang beraroma riff gitar british rock namun dengan suasana grunge serta sedikit sentuhan jazzy juga pada interlude. Secara keseluruhan penampilan The Army Ants kali ini bisa dikatakan solid dan maksimal. Emosi dan dinamika lagu berhasil dibawakan dengan cukup baik sehingga mampu memancing respons positif dari penonton. Terimakasih banyak buat teman-teman yang menyempatkan hadir dan menyaksikan langsung penampilan live kedua The Army Ants, salam grunge! (Alex Kuple).

Tuesday, February 19, 2008

Puisi : Dalam Hujan

Setiap rintik begitu perih mengusik kesenyapan
Tik tik tik lagu lama yang mengingatkan kedamaian
Terbuai dalam alunan dan ayunan
Ingin kembali ke hari-hari yang penuh kepastian

Rintik yang jatuh di muka menusuk-nusuk hendak masuk
Pedih terasa di jari-jari
Dalam hujan kita hanyutkan lamunan
Detik-detik hilang tersapu rintik
Entah kemana perginya keheningan
Saat rindu pada ketenangan terhapus hujan.

(Alex Kuple, Jakarta 20 Februari 2008)

Sunday, February 03, 2008

Kalau Nggak Banjir Bukan Jakarta Namanya


Banjir sudah bukan fenomena alam yang aneh untuk kota jakarta. Kalau dulu siklus banjir besar adalah 5 tahunan, sekarang tampaknya dipercepat menjadi 1 tahunan. Salut buat gubernur baru sesuai dengan slogan kampanyenya "Serahkan pada yang ahlinya", karena ahli juga mempercepat siklus banjir. (Applause....).
Jumat pagi 1 Februari pertanda a bad day sudah terasa ketika KRL AC langganan tidak beroperasi karena rusak akibat hujan lebat semalamnya. Alhasil pindah moda angkutan dengan bis biasa dengan keadaan jalanan yang macet ruarr biaasaaa. Sampai dekat kantor di kawasan industri pulogadung jalan tergenang setinggi lutut sampai sang tukang ojek menyerah nggak mau lanjut, jadi... ya balik lagi ke rumah. Dalam perjalanan pulang banjir sudah mulai meluap dimana-mana. Sore jam 15.30 terpaksa harus pergi lagi ke daerah Kelapa Gading karena ada job manggung bersama Baim. Dari rumah ke arah jalan Sudirman jalan sangatlah lancar tanpa macet dan banjir. Yang repot dari Sudirman ke arah Kelapa Gading tidak ada angkutan umum yang beroperasi lagi. Terpaksa berpindah-pindah angkutan dengan rute agak memutar. Ke arah Senen sekitar pukul 16.00 terjebak banjir setinggi pinggang orang dewasa. Dari Senen lanjut ke arah Cempaka Putih, terpaksa turun sebelum ITC Cempaka Mas karena air sudah menggenang dimana-mana di daerah Cempaka Putih. ITC Cempaka Mas sekitar pukul 17.00 dikepung banjir di sekitarnya, dari setinggi lutut sampai sedada orang dewasa. Kawasan itu sudah seperti taman wisata karena orang-orang pada terjebak dan turun dari kendaraan masing-masing pasrah melihat keadaan. Tukang-tukang makanan tersebar menjajakan dagangannya. Dari perempatan Coca Cola itu mau menyeberang ke arah Kelapa Gading tapi akhirnya mengurungkan niat karena di kejauhan terlihat orang-orang menyeberang air sudah setinggi dada. Alhamdulillah selepas magrib Bodonk dan Kikoy (crew Baim) menjemput dengan motor melewati jalan bypass ke arah mal artha gading. Meski banjir namun motor masih bisa menerobos kepungan air. Dilanjutkan berjalan menerjang banjir di perkampungan pinggir jalan bypass, sampai juga di daerah kelapa gading, kemudian naik motor sampai Balai Sudirman. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 padahal jadwal Baim tampil pukul 20.30 WIB. Ternyata Baim, Acha (Drummer) dan Eko (Asisten Baim) terhambat banjir sehingga harus naik ojek motor juga menerjang banjir sepinggang sembari menggendong gitar dan bass supaya sampai di daerah Kelapa Gading. Acara Ulang Tahun Yayasan Don Bosco pun mengalami banyak perubahan, Baim jadi penampil terakhir sekitar pukul 21.30. Acara berlangsung tetap meriah meski tamu yang hadir kurang dari separo. Sungguh show yang penuh perjuangan. Jakarta oh Jakarta, kapan bebas banjir? Dalam mimpi kali ya, meski dengan Gubernur yang lebih ahli dari sang ahli.

Monday, January 28, 2008

Trying To Be A Journalist


Menjadi jurnalis (redaksi/wartawan) tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Meski menulis (terutama puisi) sudah merupakan hobi sejak lama, namun berkarir sebagai seorang jurnalis merupakan sebuah langkah kejutan dalam hidup. Sejak Januari 2008, Alex Kuple resmi menjadi staff redaksi di majalah Audio Pro. Pilihan ini didasarkan pertimbangan bahwa bidang garapan masih tetap musik, yang kali ini lebih fokus kepada alat-alat musik. Seiring bertambahnya usia, di samping udah nggak laku lagi bikin band, keputusan ini semoga adalah yang terbaik untuk masa depan. Profesi sebagai pengajar musik juga masih ditekuni pada akhir pekan, selain itu kadang masih ada beberapa job manggung bersama Baim. Tetap semangat, terus berkarya demi musik Indonesia!