Showing posts with label alex kuple. Show all posts
Showing posts with label alex kuple. Show all posts

Friday, September 06, 2013

Back in 1996 Foo Fighters was in Jakarta

Jakarta MTV Alternative Nation 1996. Mungkin ini adalah panggung terkeren selama karir musik saya. Saat itu baru setahun sejak bersama Nugie merilis album pertama "Bumi" tahun 1995. Nugie & ALV sedang berkutat dengan materi untuk album kedua, mendadak surprise dengan penghargaan dari MTV Asia untuk menjadikan Nugie sebagai bagian dari tour MTV Alternative Nation di Asia tepatnya di Jakarta tahun 1996 itu. Foo Fighters yang baru merilis album pertama setelah Nirvana bubar mendapat jadwal tampil di Jakarta bersama Sonic Youth dan Beastie Boys. Sedangkan 3 band Indonesia yang mendapat kehormatan untuk satu panggung dengan mereka adalah Nugie, Pas Band, dan Netral. Bisa dibilang ketiga band Indonesia itu memang mewakili semangat musik Alternative era tahun 90an. Menyenangkan dan takkan terlupakan pernah satu panggung dengan Foo Fighters, karena Nugie & ALV menjadi bagian sejarah yang kadang dilupakan oleh media musik Indonesia. Tak apalah dikesampingkan yang penting kenyataan bahwa saya dan teman-teman band Nugie & ALV tampil sepanggung, melihat langsung bahkan berinteraksi dengan Dave Grohl cs yang ketika itu masih berkostum ala grunge, kaos kucel dan celana sedengkul berikut rambut gondrongnya. Sayang sekali jaman itu belum ada kamera digital untuk mengabadikan momen yang sangat bersejarah itu, melihat mereka mondar mandir di backstage, bayangkan berdekatan langsung dengan para idola grunge yang populer langsung pada jaman kejayaan mereka. Catat, pada jamannya langsung ya, bukan jaman sekarang. Dan kebetulan sekali sikap rendah hati Foo Fighters dan crew mereka saat soundcheck semakin membuat kami kagum. Berbeda dengan personil dan crew Sonic Youth dan Beastie Boys yang selalu menjaga jarak, melarang kami mendekati panggung saat soundcheck. Di panggung? Nugie & ALV menyuguhkan penampilan 100% all out, total energi kami keluarkan saat tampil untuk menghibur penonton. Insiden pelemparan botol dan batu dari fans band lain menambah kemeriahan panggung Nugie & ALV saat itu, alhasil Yuki vokalis Pas band memprotes keras tindakan pengecut para fansnya yang melempari kami. Thanks berat Yuki dan teman2 Pas Band atas supportnya. Kadang tingkah laku brutal fanatik fans sebuah band sering berlebihan, padahal para personil masing-masing band sangat bersahabat baik di atas panggung maupun dalam keseharian diluar panggung. Semoga tulisan ini juga dibaca oleh para fans sebuah band, bertingkahlah yang wajar saja dan sopan saling menghargai karya musik band lain. Anyway kami merasa sangat puas atas kehormatan menjadi bagian dari sejarah musik Alternative di Indonesia. Terima kasih MTV Asia. We proud of our history. Berikut petikan sebuah wawancara media luar negeri dengan Dave Grohl. GERRIE LIM: So here we are, as the 1996 MTV Alternative Nation Tour goes through Asia. What are your thoughts on this trip so far? DAVE GROHL: Well, so far we've only played Jakarta and we spent three days there. Everyone had sort of raised our expectations to look forward to this crazy place where people were hurting each other and being caned and there would be dogs and police (laughs) but actually it's really tame, really mellow. So we were sort of surprised because everyone had built it up to being this crazy riot situation and it wasn't. So it was actually pretty nice and all the people have been so cool. sumber: http://www.fooarchive.com/features/bigo96.htm

Tuesday, October 23, 2012

BAIM TRIO at Jakarta Blues Festival 13 October 2012

Jakarta Blues Festival merupakan gelaran akbar musik Blues di Indonesia, yang menampilkan band dan musisi blues Indonesia dan Internasional. Tahun 2012 diadakan pada hari Sabtu 13 Oktober 2012 di Tenis Indoor Senayan Jakarta, dengan 4 buah panggung. BAIM Trio yang diawaki oleh Baim TDC, Alex Kuple, dan Rama Moektio, serta additional keyboardist Soni Chaplin mendapat kehormatan tampil di panggung utama Red Stage pukul 8 malam. Memainkan 9 buah nomor: Angels & Demons, Old Love, Everyday, It Hurts Me Too, Bunga di Tepi Jalan, Ough, Gravity, Tight Rope, dan Wait Til Tomorrow.

BAIM Trio at Road To Jakarta Blues Festival 5 October 2012

Sebagai headline penampil pada gelaran Jakarta Blues Festival 13 Oktober 2012, BAIM Trio mendapat kesempatan untuk tampil dalam Road To Jakarta Blues Festival 2012 yang diadakan pada hari Jumat tanggal 5 Oktober 2012 di At America (@america) Pacific Place Jakarta. Acara Road To Jakarta Blues Festival 2012 ini sebagai pemanasan menjelang gelaran akbar Jakarta Blues Festival 13 Oktober 2012. Diisi dengan penampilan dari Ina Blues dan komunitas Blues Kongkow Blues Jakarta, juga workshop Blues oleh Bagas Satyawaki. BAIM Trio yang terdiri dari Baim TDC, Alex Kuple, dan Rama Moektio mendapat jatah perform di penghujung acara. Membawakan 3 buah nomor yaitu Angels & Demons, Tight Rope, dan Gravity.

Monday, February 27, 2012

"Sangar" new single from JIMMU

Hear new single from Jimmu "Sangar": http://soundcloud.com/jimmuband/sangar_jimmu

Sunday, May 29, 2011

HUT ke-4 Komunitas Jazz Chic’s 26 Mei 2011


4th anniversary KJC

4th anniversary KJC

Sepertinya waktu cepat sekali berlalu, seakan baru kemarin saja gathering pertama Komunitas Jazz Chic’s (KJC) yang digagas oleh beberapa instruktur Chic’s Musik diadakan. Kilas balik ke 4 tahun yang lalu, memang tidak ada niatan muluk selain lebih memperkenalkan jazz kepada masyarakat melalui perhelatan musik jazz di pinggir jalan raya Pemuda Rawamangun setiap Kamis malam minggu keempat. Ternyata selama kurun waktu 4 tahun KJC berhasil juga membidani beberapa group jazz dan memunculkan bakat-bakat baru jazz yang sebelumnya terpendam di tengah hiruk pikuk musik industri yang seragam. Dengan wadah komunitas seperti KJC ini tidak ada batasan tua muda maupun kemampuan musik, KJC membuka pintu untuk setiap musisi yang ingin bermain dan memperdalam permainan musik jazz.
Tidak seperti biasanya, yaitu gathering di parkiran Chic’s Musik Rawamangun, Kamis tanggal 26 Mei 2011 merupakan hari yang spesial untuk merayakan 4 tahun keberadaan KJC karena itu perhelatan anniversary keempat digelar di auditorium Chic’s Musik. Dimulai sekitar pukul 16.30, Puji & Friends langsung menggebrak dengan menyajikan komposisi jazz fusion yang cukup enerjik Freedom Jazz Dance. Puji & Friends terdiri dari 4 instruktur Chic’s Musik, yaitu Puji (gitar), Herman (drums), Bhayu (piano), dan Oktaf (bass). 2 nomor fusion yang hot berhasil memberikan nuansa jazz bagi para penikmat jazz yang mulai berdatangan memenuhi auditorium Chic’s Musik sore itu. Bergantian mereka berimprovisasi dan saling berkomunikasi melalui alat musik masing-masing untuk memberi suguhan jazz fusion yang menawan.
Penampil kedua sore itu adalah DLR (Duo Lani Rangga) yang terdiri dari Lani (vokal) dan Rangga (gitar). Dengan beberapa nomor jazzy yang easy listening DLR meneduhkan auditorium yang sebelumnya panas oleh penampilan Puji & Friends. Mengalir dengan lembut dan berhasil menarik hati para audiens nomor-nomor seperti Englishman in New York, The Nearness of You, Tanpa Akhir (ciptaan DLR sendiri), dan Message in The Bottle. DLR sangat potensial berkembang mengingat usia mereka yang masih muda dan format akustik duo yang simpel namun berisi.
Giliran Elevation 3 (E3) yang tampil ketiga. Sebelumnya E3 telah beberapa kali berpartisipasi pada gathering bulanan KJC, dan melihat perkembangan positif maka pantas jika E3 ditampilkan pada konser spesial HUT ke-4 KJC kali ini. Tampil dengan format berempat, yaitu Renata (piano), Kristo (bass), Tedi (gitar), dan Indra (drums), kali ini E3 membawakan 4 buah nomor instrumental jazz fusion. Yamko Rambe Yamko, Tribute to Mbah Surip, Dora Emon, dan Dolanan Jawa berhasil mereka aransemen dengan unik dan mainkan dengan kompak. Salut buat progress positif dari E3 sejak pertama kali mereka tampil di gathering KJC beberapa tahun lalu.

Beben Jazz & Friends

Beben Jazz & Friends

Setelah break Maghrib, giliran penampil spesial yang ditunggu para penikmat jazz yaitu Beben Jazz & Friends. Beben yang merupakan penggagas awal berdirinya Komunitas Jazz Kemayoran menjadi inspirasi bagi berdirinya KJC 4 tahun lalu. Formasi Beben Jazz & Friends kali ini adalah Beben (gitar & vokal), Nana Lee (vokal & saxophone), Donny (piano), Taufan (bass), dan Nair (drums). Kali ini audiens dibawa kembali ke masa-masa awal perkembangan jazz dengan menikmati beberapa nomor jazz standard yang dimainkan One Note Samba, Summertime, dan Take The A Train. Tidak ketinggalan para penikmat jazz yang hadir juga mendapat informasi dan pengetahuan berharga mengenai latar belakang sejarah terciptanya lagu-lagu jazz tersebut dan sejarah jazz secara umum. Terimakasih banyak untuk Beben Jazz & Friends.

Bicara

Bicara

Penampil kelima malam itu adalah Bicara, terdiri dari Andrea Maulana (vokal), Erik Andrianto (gitar), Alex Kuple (bass), Sonny (piano), dan Herman (drums). Suasana jazz klasik masih terasa karena Bicara memainkan nomor pertama So Danco Samba yang berirama latin jazz. Irama latin seperti bossanova dan samba memang mampu membuat audiens bergoyang meski di tempat duduknya masing-masing. Setelah nomor pertama dari Bicara, tiba saatnya seremonial ulang tahun pada umumnya yaitu tiup lilin dan potong kue tart yang dibawa ke atas panggung. Pak Jemmy Suhadi selaku owner Chic’s Musik yang sangat mendukung KJC meniup lilin dan menerima potongan kue pertama dari Erik Andrianto sang ketua KJC. Semua berdoa semoga KJC bisa terus eksis dan makin melahirkan banyak lagi generasi penerus jazz di Indonesia. Setelah selebrasi ulang tahun tersebut, Bicara menutup penampilan mereka malam itu dengan memainkan nomor swing jazz Route 66, menampilkan guest player Yose pada perkusi. Sungguh musik jazz adalah musik yang komunikatif, dengan improvisasi yang seakan liar namun tetap kompak dan berbicara satu sama lain antar player sehingga menyuguhkan permainan yang mampu memainkan emosi penikmat jazz.
Berikutnya yang tampil adalah sebuah trio Action To Reaktion. Trio ini terbilang unik karena terdiri dari Alifa (gitar), Aldi (bass), dan Jevin (beat box). Jevin memanfaatkan vokal dan seperangkat efeknya untuk menghasilkan bebunyian perkusi/drums yang sangat atraktif. Memang sebuah kombinasi yang unik, memadukan beat box yang biasa digunakan pada jenis musik hip hop atau r n b untuk musik jazz. Beberapa nomor jazz standard mereka aransemen lebih enerjik sehingga terlihat atraktif. Sebuah eksperimen positif yang pantas kita acungi jempol, karena musik jazz memang selalu dikenal mengikuti perkembangan musik di jamannya sehingga progress nya tidak terbatas.
Menyusul penampilan Action To Reaktion yang unik adalah Yohanes Gondo & Friends. Quartet yang terdiri dari Gondo (piano), Sinyo (gitar), Fanny (drums), dan Effer (bass) ini berasal dari kota Surabaya dan Semarang menyempatkan diri untuk berpartisipasi pada HUT ke-4 KJC. Mengusung beberapa nomor fusion dan swing yang menghentak, quartet ini tampil enerjik dan kompak dengan bergantian saling berpadu padan berimprovisasi dengan alat musik masing-masing. KJC mengucapkan banyak terimakasih buat Gondo & Friends, yang menandakan bahwa komunitas jazz meski mengusung nama daerah/lokasi tetap saja bersifat universal, dan setiap komunitas biasanya saling mendukung untuk perkembangan jazz pada umumnya.
Kelompok ke-8 yang tampil malam itu adalah Rivercross yang antara lain diperkuat oleh Aris (bass) dan Dika Chasmala (biola). Tampil membawakan nomor klasik Cantalope Island yang diaransemen medium funk, kemudian sebuah lagu milik Eric Clapton I Shot The Sheriff yang dibuat jazzy fusion, serta komposisi mendiang Jaco Pastorius yaitu Chicken. Adanya instrumen biola memang menjadi keunggulan group ini karena saat ini sangat jarang pemain biola yang bermain dalam kelompok jazz seperti dulu Luluk Purwanto bersama group Bhaskara 86 yang legendaris itu. Dika sebagai pemain biola yang masih muda terbilang potensial untuk terus berkembang mewarnai dunia musik baik jazz maupun musik umumnya ke depan.

Totong Wicaksono

Totong Wicaksono

Setelah Rivercross, naik ke panggung seorang musisi senior yaitu Totong Wicaksono yang dulu sempat mendirikan group fusion Canizaro yang cukup terkenal di era tahun 80an. Kali ini Totong Wicaksono yang memainkan gitar akustik nylon tampil dibantu oleh Alex Kuple (bass), Bhayu (piano), dan Herman (drums). Membawakan 2 buah nomor light jazz fusion milik Earl Klugh yaitu Livin’ Inside Your Love dan Cabo Frio, Totong berhasil memukau para audiens dengan petikan gitar nylon-nya yang khas dan menawan. KJC mengucapkan beribu terimakasih untuk Totong Wicaksono yang menyempatkan diri bermain di HUT ke-4 KJC.

Notturno

Notturno

Kemudian penampil ke-10 malam itu adalah Notturno, sebuah kelompok trio yang sudah cukup terkenal di blantika musik jazz saat ini. Kali ini Notturno tampil dengan formasi baru, dengan Masmo (piano) sebagai personil tetapnya dibantu oleh Kevin Yosua (bass) dan Dimas Pradipta (drums). Membawakan 2 buah nomor milik mereka sendiri, Notturno formasi baru ini tampil lebih enerjik dengan perubahan aransemen dan permainan yang lebih atraktif. Penikmat jazz tampak puas menikmati suguhan mereka yang sesekali tiap personil memamerkan kebolehannya berimprovisasi dengan skill yang tinggi.
Meski telah lewat dari pukul 10 malam, acara malam itu seperti tidak ingin disudahi karena gairah jazz masih kuat terasa pada para audiens yang hadir. Krishna Siregar (piano) melanjutkan dengan tampil dibantu oleh Alifa (gitar), Aldi (bass), dan Jevin (drums). Meski bersifat jam session, quartet ini mampu menyajikan suguhan jazz yang menarik dan cukup kompak dengan berturut-turut memainkan 2 buah lagu jazz standard yaitu Mr. PC dan Donna Lee. Manggung dadakan bukanlah hal yang tabu bagi musisi jazz karena jam session adalah hal yang sangat biasa dalam sebuah pertunjukan jazz. Meski baru bertemu di panggung dan berunding soal lagu yang dibawakan saat itu juga tidak menjadikan batasan untuk musisi jazz tampil secara lepas. Berbekal pengenalan lagu-lagu standard jazz dan teknik bermain yang mumpuni para musisi jamming akan mampu menyuguhkan permainan yang menawan seperti dibuktikan oleh Krishna Siregar dkk kali itu.
Giliran penampil ke-12 malam itu adalah Hajar Bleh Big Band. Ya, sebuah big band yang terdiri dari beberapa musisi brass section seperti saxophone (dengan ragam tipenya), trumpet, dan sebagainya, juga pemain piano, bass, drums, perkusi, dan 2 gitaris. Beruntung panggung auditorium Chic’s cukup luas dan mampu menampung mereka semua, hanya seorang vokalis yang terpaksa bernyanyi di bawah panggung. Hajar Bleh Big Band dipimpin oleh Roberto yang juga seorang pianis tapi kali itu hanya bertindak sebagai konduktor. 3 buah nomor jazz klasik diantaranya Georgia on My Mind dan Duke’s Place mampu mereka mainkan dengan lancar dan menarik. Audiens mendapatkan pengalaman dengar baru karena nuansa brass section dalam sebuah big band memang menjadi bumbu penyedap yang manis. Salut buat Roberto dkk dengan Hajar Bleh Big Band-nya, maju terus ya kawan-kawan.
Waktu hampir menunjukkan pukul 11 malam dan acara HUT ke-4 KJC ditutup dengan penampilan terakhir dari trio Threesome yang terdiri dari Chandra (gitar), Reza (bass), dan Yogi (drums). Memainkan jenis musik funk/fusion jazz mereka dengan cerdas mengaransemen lagu Cicak Cicak di Dinding menjadi suguhan yang menarik dan unik. Menutup penampilan dengan sebuah nomor karya mereka sendiri yang funky, Threesome tampil enerjik.
Tercatat ada 13 penampil yang mengisi acara ulang tahun ke-4 Komunitas Jazz Chic’s kali itu, dan KJC mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi para musisi yang tampil, juga para penikmat jazz yang hadir malam itu. Semoga KJC akan terus eksis dan makin berkembang, ke depannya bisa melahirkan generasi baru musisi jazz tanah air. Salam jazz selalu. (Alex Kuple).

Friday, May 06, 2011

Pelajaran Berharga


Apa yang bisa kita lakukan terhadap sebuah kecelakaan? Jika Allah SWT telah menggariskan sesuatu maka terjadilah, tidak ada seorang manusia pun yang bisa mengelak takdir. Rabu 30 Maret 2011 menjadi hari pembelajaran akan misteri itu. Jatuh keempat kalinya dari motor, kedua kali dengan kategori cukup parah. Kali ini memang lebih parah dari sewaktu jatuh terkena pembatas busway beberapa tahun lalu, mulai tangan sampai kaki sebelah kiri serasa lumpuh, kaku karena menghantam aspal dengan kerasnya. Beberapa hari bed-rest terpaksa memanggil ahli urut yang biasa menangani orang habis kecelakaan, pak Ai, dan ternyata ada pergeseran tempurung lutut. Auw ngilu sekali saat diurut, 2 kali pula, sakitnya ruar biasa. Selalu berdoa dan bersyukur, itu sebaik yang bisa manusia lakukan saat tertimpa musibah, semoga Allah SWT meringankan masa penyembuhan ini dan memberi ketabahan melaluinya. Sampai saat ini sudah 1 bulan lebih berlalu, alhamdulillah membaik dan berharap bisa segera pulih total.
Saat kejadian itu ada pelajaran berharga yang bisa kupetik, bahwa masih banyak orang baik di dunia ini. Begitu jatuh, sebuah motor langsung berhenti, menghampiri dan membantuku berdiri
mengajak ke pinggir jalan serta menepikan motorku. Seorang bapak menghentikan mobilnya dan memberi dukungan kata-kata yang baik dan memberikan minuman air putih yang segar. Kemudian 2 orang yang berboncengan satu sepeda motor yang kebetulan sedang beristirahat dekat lokasi kejadian menawarkan diri mengantarkan aku pulang, seorang memboncengkan aku dan temannya mengendarai motorku sampai ke rumah dengan selamat. Alhamdulillah ya Allah Engkau masih melindungiku. Semoga orang-orang yang baik itu Engkau balas dengan kebaikan yang setimpal pula, meski aku gagal mengingat nama-nama mereka sekarang.
Sepantasnyalah manusia saling menolong jika terjadi kesulitan menimpa orang lain, semoga kejadian ini membuat diriku semakin tegar, disiplin, tidak segan menolong orang lain, dan selalu menjaga keimanan kepada Allah SWT. Terimakasih juga buat teman-teman dan saudara yang datang menjenguk, doa dan support kalian sangatlah berarti untuk penyembuhanku. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan kalian semua, amin.

Monday, August 10, 2009

Baim Trio Show at Batam Asean Jazz Festival 2009


Sungguh suatu kehormatan bagi Baim Trio untuk tampil mengisi gelaran bergengsi Asean Jazz Festival 2009 di Batam. Meski membawakan lagu-lagu blues dan solo Baim, ternyata malah membuat panitia tertarik untuk mendaulat Baim Trio yang kali ini diperkuat oleh Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), dan Rama Moektio (drums) turut meramaikan acara Asean Jazz Festival (AJF) pada tanggal 8 Agustus 2009. Bertempat di pantai Coastarina, AJF digelar dengan 3 panggung yang menampilkan beberapa musisi dan group jazz baik dari Indonesia maupun dari kawasan Asean lain seperti Singapore, Thailand, dan sebagainya. Acara diadakan selama 2 hari yaitu tanggal 7 dan 8 Agustus 2009.
Baim Trio mendapat jatah tampil pada 8 Agustus sekitar pukul 10 malam. Di tengah suasana jazz, Baim Trio tampil dengan ciri khas lagu-lagu blues, pop, dan sedikit jazzy. Tampil menggebrak dengan nomor blues yang cukup panas yaitu "Everyday I Got the Blues" mampu menghantarkan atmosfer blues yang kental kepada para penikmat musik yang hadir. Cukup banyak memang penonton yang berlesehan maupun berdiri menunggu seperti apakah penampilan Baim Trio. Selama ini Baim memang terkenal sebagai pelantun lagu-lagu pop rock. Penonton sepertinya penasaran bagaimanakah penampilan Baim pada sebuah event jazz regional Asean ini. Dan tampaknya penikmat musik sedikit terkesima dengan keahlian Baim dalam memainkan gitar terutama untuk jenis musik blues. Ya mereka akhirnya mengetahui akar dan pondasi karir musik Baim selama ini dalam berkarya, yaitu blues. Selepas lagu pertama, Baim Trio kian membuat bluesy suasana malam itu dengan tembang klasik "Juwita Malam" yang diaransemen blues dan sedikit swing jazz menjelang coda. Tidak ketinggalan pula Baim menyelipkan lagu hits klasik dari band-nya terdahulu yang tidak perlu disebutkan disini, cukup inisialnya saja, A-D-A band, yaitu lagu "Ough!" yang sangat dikenal oleh penonton, juga beberapa nomor solo albumnya. Yang mampu menggelitik penonton dan membuat suasana kian ramai adalah dibawakannya 2 buah tembang lawas yang sangat populer yaitu "Madu dan Racun" serta "Singkong dan Keju" yang diolah menjadi suguhan yang fresh. Setelah beberapa nomor blues, Baim Trio mengakhiri penampilan dengan sebuah lagu blues yang funky dan menghentak milik Jimi Hendrix yaitu "Wait Till Tomorrow". Penonton terlihat sangat puas dan antusias menikmati suguhan dari Baim Trio kali ini di gelaran AJF 2009. Di penghujung acara malam itu, Baim dan Alex Kuple didaulat untuk kembali naik ke panggung ber-jam session bersama beberapa musisi dari Thailand. Membawakan 2 buah nomor blues yang funky dan traditional blues, jam session ini mampu menambah rasa puas para penikmat musik yang menyaksikan. Terimakasih banyak untuk panitia yang telah mengundang Baim Trio, dan terutama para penikmat musik yang hadir di Batam AJF 2009 ini. Salam blues dan jazz! (Alex Kuple).

Monday, June 29, 2009

Review HUT ke-2 Komunitas Jazz Chic’s 28 Mei 2009

agus takari & friends2

Tidak terasa jika penyelenggaraan gathering Komunitas Jazz Chic’s (KJC) sudah berusia 2 tahun bulan Mei 2009 ini. Karena itulah gathering hari Kamis tanggal 28 Mei 2009 sekaligus merupakan perayaan atau syukuran kecil-kecilan. Disebut perayaan kecil-kecilan karena berbeda dengan penyelenggaraan acara Ulang Tahun pertama yang diadakan di auditorium Chic’s Musik yang ber-AC, kali ini acara Ulang Tahun kedua cukup diadakan di pelataran parkir Chic’s Musik seperti biasanya gathering bulanan KJC digelar. Namun antusias penikmat jazz dan pengisi acara yang datang ternyata tetap sangat besar. Hari kamis itu parkiran Chic’s Musik sudah dipadati jazz lovers dari berbagai tempat – terimakasih untuk teknologi internet dan terutama Facebook yang menyebarkan undangan acara KJC ini – sejak pukul 8 malam kurang. Line up penampil sebelum acara dimulai juga tercatat ada 11 group atau penyanyi, sehingga awalnya kami dari pengurus KJC merasa ragu apakah waktunya mencukupi sampai pukul 12 malam. Suasana awal yang ramai membuat kami bersyukur karena musik jazz masih mendapat tempat pada masa sekarang ini, niat kami dari KJC untuk menggelar acara jazz di pinggir jalan ternyata mendapat antusiasme yang meriah, terbukti dari membludaknya jazz lovers yang datang hari kamis itu.
Sekitar pukul 20.30 acara langsung dibuka dengan sepatah dua patah kata dari sang Ketua KJC, yaitu Erik Andrianto sekaligus mewakili pengurus KJC. Sambutan dari Erik dilanjutkan dengan tiup lilin di atas kue tart sederhana. Masih berusia balita, tapi KJC akan berusaha terus untuk semakin eksis. Setelah tiup lilin, Gustam (vokal) dan Ade (piano) mengawali acara dengan menampilkan lagu Moody Blues. Duet yang sejuk dan menggetarkan ini mampu mengangkat nuansa jazz dan membangkitkan semangat jazz lovers yang hadir. Setelah lagu Moody Blues, Gustam dan Ade lalu mendaulat Ossa (drum), Ricky (bass), Bhayu (piano), Yose (perkusi), dan Imam Fathur (gitar) untuk membantu mereka membawakan lagu Spain milik Chick Corea dan Al Jarreau. Sangat panas, suasana semakin meriah dengan irama latin fusion yang menghentak. Ade yang masih berusia belasan dan tuna netra menunjukkan kelasnya sebagai jazzer jenius yang memiliki masa depan cerah. Orang yang mendengar permainan pianonya tidak akan menyangka bahwa dengan usia dan keterbatasan fisiknya Ade mampu membius jazz lovers berkat kepiawaiannya.
Melanjutkan penampilan Gustam, Ade dan kawan-kawan adalah Agus Takari & Friends. Agus Takari adalah mantan instruktur Chic’s dan cukup terkenal sebagai seorang pengajar gitar jazz. Boleh dibilang Agus-lah yang menyebarkan virus jazz di Chic’s Musik sehingga beberapa siswa maupun instruktur tertarik untuk mendalami dan menekuni musik jazz. Agus Takari (gitar) tampil bersama Ella (vokal), Alex Kuple (bass), Ade (piano), dan Hendra (drum). Agus Takari & Friends memainkan 2 buah nomor jazz standard berirama swing, yaitu Someday My Prince Will Come dan Four. Meski bersifat jam session, namun mereka mampu memainkan musik jazz dengan pakem yang tepat dan sangat memanjakan telinga dan rasa jazz lovers dengan musik swing jazz yang mengalun. Terima kasih banyak untuk mas Agus Takari, sang guru jazz kami.
peppyPenampil berikutnya adalah Peppy Probo, seorang vokalis jazz wanita yang sudah memiliki jam terbang tinggi di berbagai pentas jazz. Peppy Probo yang dibantu oleh Erik (gitar), Alex Kuple (bass), Herman (drum), dan Bhayu (piano) memainkan 3 buah lagu jazz standard yaitu Alice In Wonderland, Summertime (yang diaransemen sedikit funk), dan All Of Me. Suara sopran Peppy yang sangat khas semakin memanaskan suasana malam jazz di jalan Pemuda Rawamangun ini.
Kembali telinga penikmat jazz dimanjakan oleh penampilan vokalis wanita, karena setelah Peppy Probo tampil Natasha & Friends. Kelompok ini diawaki oleh Natasha (vokal), Yose (perkusi), Ade (piano), Siti (gitar), Guntur (bass), dan Dedi (drum). Mereka memainkan musik jazz fusion yang sangat meriah, dicampur dengan irama latin jazz yang menghentak. Cukup banyak nomor hangat yang mereka mainkan, diantaranya Don’t You Worry Bout The Things dan Feel Like Makin’ Love. Penampilan Natasha & Friends sangatlah enerjik, penuh spirit muda dengan aransemen jazz yang modern dan dinamis. Vokal Natasha mampu ber-tutti ria bersama instrumen lain dalam sebuah nomor fusion latin yang cukup kompleks.
tania & rickySetelah itu, tampil kelompok Earth yang tak kalah enerjik juga. Earth sudah sering tampil di berbagai acara komunitas jazz termasuk di KJC ini. Earth yang beranggotakan Tania (vokal), Erik (gitar), Ricky (bass), Ade (piano), Yose (perkusi), dan Hendra (drum) membawakan 2 buah nomor jazz yaitu Chick to Chick dan sebuah lagu mereka sendiri Beautiful Rhythm. Lagu Beautiful Rhythm karya mereka ini patut mendapat acungan jempol karena diaransemen dengan jenius yang memadukan irama ragtime klasik, latin, sedikit funk serta be bop. Sangat menghibur dan berkualitas.
Acara KJC kali ini juga dihadiri oleh Beben, pendiri Komunitas Jazz Kemayoran (KJK). Erik kemudian mendaulat Beben untuk tampil ke panggung. Bukan untuk bermain gitar seperti biasanya, namun sepatah dua patah kata dari Beben sangat memotivasi jazz lovers untuk kian menggiatkan lagi acara-acara komunitas jazz demi memajukan dan menyebarluaskan musik jazz di Indonesia. Meski Beben tidak tampil memainkan gitarnya, namun kehadirannya diwakili oleh sang isteri, Carolina (Ina). Ina tampil bersama Ade menyanyikan lagu Somewhere Over The Rainbow. Suara alto serak khas dari Ina mampu menggetarkan dada penikmat jazz yang menyaksikan, terlebih dilatari oleh permainan piano Ade yang mempesona. Bravo Ina dan Ade. Terimakasih untuk Beben dan KJK-nya yang terus mendukung KJC dan komunitas jazz lainnya.

ade & ina

Suasana sedikit berbeda setelah penampilan dari Ina dan Ade, karena giliran berikutnya yang tampil adalah Heaven On Earth (HOE). Kelompok HOE yang beraliran fusion progresif ini masih tetap diawaki oleh Bhayu (piano & synthesizer), Ossa Sungkar (drum), dan Franky Sadikin (bass). Menggebrak sejak awal penampilan, emosi penonton kian dibawa ke langit ketujuh dengan melodi-melodi cepat dan kompleks serta fast tempo. Sangat bertenaga musik yang dimainkan oleh HOE. Di tengah penampilannya, Franky sekaligus juga mempromosikan album solo-nya yang baru beredar dengan memainkan solo bass yang menawan.
Setelah hingar bingar penampilan HOE, suasana kembali sejuk dengan penampilan Empetrio yang dimotori oleh Andry Bassboy (bass), Duan (drum), dan Denny (piano). Mereka memainkan 3 buah lagu yaitu Mr. PC, Long Trip (karya mereka sendiri), dan So What. Paling menonjol adalah permainan bass dari Andry, yang mampu memainkan lick-lick fusion dan funk serta walking bass dengan tone yang mumpuni. Pada lagu Long Trip, Andry juga memamerkan keahliannya mencabik senar bass dengan teknik slap yang enerjik namun sekaligus juga melodius. Terus maju Empetrio!
Malam kian larut tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat, namun tampaknya jazz lovers belum mau beranjak pulang. Karena itu acarapun terus berlanjut dengan penampilan jam session dari Imam Fathur (gitar), Acil (perkusi), Oktav (bass), dan Herman (drum). Jam session ini membawakan 2 buah nomor berirama funk fusion yang sifatnya jamming dan menonjolkan atraksi solo setiap pemain.
Kemudian jam session diteruskan dengan Peppy Probo (vokal), Tania (vokal), Ricky (bass), Acil (drum), Lukman Zaidi (gitar), dan Alex (piano). Jam session terakhir yang sekaligus menutup rangkaian acara Ulang Tahun kedua KJC ini membawakan sebuah nomor jazz standard berirama swing, yaitu Take The A Train. Duet vokal Peppy dan Tania mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagi jazz lovers yang masih setia sampai acara usai.
Terima kasih banyak untuk jazz lovers yang hadir dan berpartisipasi dalam acara KJC kali ini. Sampai berjumpa dalam gathering-gathering bulanan KJC berikutnya. Salam jazz! (Alex Kuple).

happy birthdayhoe