Sunday, July 19, 2015

Sunday, July 06, 2014

Apakah kita berhak pergi?

Kejadian yg sering saya alami pada saat di Masjid ketika Jumatan dan Tarawih. Khotib di mimbar berceramah tentang politik. Ya memang bagus membuka mata dan pikiran umat tentang perlunya kesadaran dan melek politik. Kalau tema ceramahnya soal politik yang netral sih oke aja ya. Nah kalau khotib berbicara dgn nada tinggi mendesak memaksakan arah politik pribadinya apakah itu oke? Belum tentu semua jemaat yg hadir setuju kan? Lantas apakah karena beliau jadi khotib merasa punya kuasa mutlak di mimbar, sedangkan jemaat cuma bisa pasrah menerima saja? Entah khotib merasa paling benar atau beliau mengunyah mentah-mentah informasi yang tidak/kurang benar lalu menyampaikannya dgn berapi api kepada jemaatnya? Efek psikologisnya apa? Saya eneg, jijik, mau muntah yg berakibat sholat berjamaah selanjutnyaa menjadi tidak khusyu. Teman saya menyarankan jika pada situasi seperti itu untuk berdiri saja dan pergi meninggalkan masjid. Atau protes keras secara langsung saat khotib tersebut berceramah. Ya semoga para khotib mau bercermin sebelum berceramah. Sama-sama manusia pasti punya rasa dan pikir yg berbeda, tidak pantas memaksa.

Tuesday, June 24, 2014

Otodidak vs Berguru

Masih soal lawas, perlu nggak sih belajar musik dalam arti berguru kepada ahlinya baik privat atau di tempat kursus musik? Banyak yang berpendapat nggak perlu karena mereka melihat bahwa banyak musisi yang sukses secara otodidak (belajar sendiri). Ya pendapat ini sah saja selama musisi itu punya bakat yang besar. Dia nggak perlu berguru karena dianugerahi talenta musik yang bagus sehingga karya karya musiknya terkenal dan fenomenal. Nah nggak semua orang terlahir dengan keistimewaan seperti itu kan? Kalau bakat anda pas pasan dan nggak mau berguru apa jadinya? Ya kemampuan anda akan segitu segitu saja. Nggak akan upgrade. Suatu saat pasti akan stuck nggak tahu mau ngapain lagi. Tapi dengan berguru secara benar dan terarah bisa dipastikan kemampuan dan wawasan musik akan semakin terasah. Jaman sekarang berguru juga bisa dilakukan via dunia maya. Di internet banyak website atau video online yang bisa mengajarkan banyak hal. Hal ini sangat perlu kita manfaatkan untuk menambah pengetahuan. Namun kelebihan dari berguru secara live atau tatap muka dengan seorang guru/ahli adalah lebih interaktif dan real. Secara fisik kita langsung diajarkan tentang banyak hal yang tidak dapat dicapai secara online. Selamat belajar tiada henti.

Friday, September 06, 2013

Back in 1996 Foo Fighters was in Jakarta

Jakarta MTV Alternative Nation 1996. Mungkin ini adalah panggung terkeren selama karir musik saya. Saat itu baru setahun sejak bersama Nugie merilis album pertama "Bumi" tahun 1995. Nugie & ALV sedang berkutat dengan materi untuk album kedua, mendadak surprise dengan penghargaan dari MTV Asia untuk menjadikan Nugie sebagai bagian dari tour MTV Alternative Nation di Asia tepatnya di Jakarta tahun 1996 itu. Foo Fighters yang baru merilis album pertama setelah Nirvana bubar mendapat jadwal tampil di Jakarta bersama Sonic Youth dan Beastie Boys. Sedangkan 3 band Indonesia yang mendapat kehormatan untuk satu panggung dengan mereka adalah Nugie, Pas Band, dan Netral. Bisa dibilang ketiga band Indonesia itu memang mewakili semangat musik Alternative era tahun 90an. Menyenangkan dan takkan terlupakan pernah satu panggung dengan Foo Fighters, karena Nugie & ALV menjadi bagian sejarah yang kadang dilupakan oleh media musik Indonesia. Tak apalah dikesampingkan yang penting kenyataan bahwa saya dan teman-teman band Nugie & ALV tampil sepanggung, melihat langsung bahkan berinteraksi dengan Dave Grohl cs yang ketika itu masih berkostum ala grunge, kaos kucel dan celana sedengkul berikut rambut gondrongnya. Sayang sekali jaman itu belum ada kamera digital untuk mengabadikan momen yang sangat bersejarah itu, melihat mereka mondar mandir di backstage, bayangkan berdekatan langsung dengan para idola grunge yang populer langsung pada jaman kejayaan mereka. Catat, pada jamannya langsung ya, bukan jaman sekarang. Dan kebetulan sekali sikap rendah hati Foo Fighters dan crew mereka saat soundcheck semakin membuat kami kagum. Berbeda dengan personil dan crew Sonic Youth dan Beastie Boys yang selalu menjaga jarak, melarang kami mendekati panggung saat soundcheck. Di panggung? Nugie & ALV menyuguhkan penampilan 100% all out, total energi kami keluarkan saat tampil untuk menghibur penonton. Insiden pelemparan botol dan batu dari fans band lain menambah kemeriahan panggung Nugie & ALV saat itu, alhasil Yuki vokalis Pas band memprotes keras tindakan pengecut para fansnya yang melempari kami. Thanks berat Yuki dan teman2 Pas Band atas supportnya. Kadang tingkah laku brutal fanatik fans sebuah band sering berlebihan, padahal para personil masing-masing band sangat bersahabat baik di atas panggung maupun dalam keseharian diluar panggung. Semoga tulisan ini juga dibaca oleh para fans sebuah band, bertingkahlah yang wajar saja dan sopan saling menghargai karya musik band lain. Anyway kami merasa sangat puas atas kehormatan menjadi bagian dari sejarah musik Alternative di Indonesia. Terima kasih MTV Asia. We proud of our history. Berikut petikan sebuah wawancara media luar negeri dengan Dave Grohl. GERRIE LIM: So here we are, as the 1996 MTV Alternative Nation Tour goes through Asia. What are your thoughts on this trip so far? DAVE GROHL: Well, so far we've only played Jakarta and we spent three days there. Everyone had sort of raised our expectations to look forward to this crazy place where people were hurting each other and being caned and there would be dogs and police (laughs) but actually it's really tame, really mellow. So we were sort of surprised because everyone had built it up to being this crazy riot situation and it wasn't. So it was actually pretty nice and all the people have been so cool. sumber: http://www.fooarchive.com/features/bigo96.htm

Tuesday, April 16, 2013

BAIM TRIO feat. Indra Lesmana at RW Lounge Kemang 13 April 2013

Setelah berjamming dengan Indra Lesmana di RW Lounge Kemang pada bulan November 2012 lalu, Baim Trio kembali tampil di RW Lounge bersama Indra Lesmana lagi pada 13 April 2013. Indra Lesmana jamming di 3 lagu yaitu "Cochise", "I Don't Need No Doctor", dan "Gravity". Indra Lesmana kali ini tampil memainkan Keytar (Keyboard Guitar) nya.

BAIM TRIO feat. Indra Lesmana at RW Lounge Kemang 16 November 2012

Tuesday, October 23, 2012

BAIM TRIO at Jakarta Blues Festival 13 October 2012

Jakarta Blues Festival merupakan gelaran akbar musik Blues di Indonesia, yang menampilkan band dan musisi blues Indonesia dan Internasional. Tahun 2012 diadakan pada hari Sabtu 13 Oktober 2012 di Tenis Indoor Senayan Jakarta, dengan 4 buah panggung. BAIM Trio yang diawaki oleh Baim TDC, Alex Kuple, dan Rama Moektio, serta additional keyboardist Soni Chaplin mendapat kehormatan tampil di panggung utama Red Stage pukul 8 malam. Memainkan 9 buah nomor: Angels & Demons, Old Love, Everyday, It Hurts Me Too, Bunga di Tepi Jalan, Ough, Gravity, Tight Rope, dan Wait Til Tomorrow.

BAIM Trio at Road To Jakarta Blues Festival 5 October 2012

Sebagai headline penampil pada gelaran Jakarta Blues Festival 13 Oktober 2012, BAIM Trio mendapat kesempatan untuk tampil dalam Road To Jakarta Blues Festival 2012 yang diadakan pada hari Jumat tanggal 5 Oktober 2012 di At America (@america) Pacific Place Jakarta. Acara Road To Jakarta Blues Festival 2012 ini sebagai pemanasan menjelang gelaran akbar Jakarta Blues Festival 13 Oktober 2012. Diisi dengan penampilan dari Ina Blues dan komunitas Blues Kongkow Blues Jakarta, juga workshop Blues oleh Bagas Satyawaki. BAIM Trio yang terdiri dari Baim TDC, Alex Kuple, dan Rama Moektio mendapat jatah perform di penghujung acara. Membawakan 3 buah nomor yaitu Angels & Demons, Tight Rope, dan Gravity.

Saturday, April 14, 2012

Burung Dalam Sangkar

Wahai kau burung dalam sangkar ...

Sayang Adik

Salma & Shakila

Thursday, April 12, 2012

Shakila #2

In old photo effect

Shakila

Terus tumbuh dan berkembang. Keajaiban hidup hanya milik Allah SWT semata.

Monday, February 27, 2012

"Sangar" new single from JIMMU

Hear new single from Jimmu "Sangar": http://soundcloud.com/jimmuband/sangar_jimmu

Monday, January 30, 2012

Revolusi Industri Musik Indonesia 2012?

Trend terjun bebas pada industri musik Indonesia seperti mewakili ramalan bahwa dunia akan kiamat pada tahun 2012. Pendapatan dari penjualan RBT turun drastis, apalagi penjualan fisik CD/kaset. Entah apakah masyarakat Indonesia yang tadinya sangat fanatik dengan RBT kini menjadi bosan, atau memang daya beli ekonomi jadi menurun. Tapi penurunan ekonomis pada industri musik Indonesia tidak berpengaruh terhadap “musik” sebagai sebuah kesenian dan ekspresi budaya. Kita lihat beberapa band yang dikategorikan indie atau di luar industri musik besar, berkibar dengan konser-konser mereka yang laris bahkan sampai ke mancanegara. Contoh: GBS (Gugun & The Blues Shelter) yang mengharumkan nama Indonesia hingga ke Amerika dan Eropa dengan tour-tour mereka kesana, Cupumanik yang tampil di Kanada, Discus yang merajai festival musik progresif di Amerika Latin dan Eropa, LLW yang menggelar konser di Singapura, dan baru-baru ini Indro Harjodikoro & The Fingers yang melanglang buana tampil di Rusia, juga masih banyak lagi. Banyak band-band indie yang juga merajai pentas-pentas di sekolahan dan kampus. Melihat kenyataan itu, sepertinya ada kesenjangan antara industri musik besar (major label) Indonesia dengan musik yang sukses di panggung-panggung. Fokus industri musik kelihatannya hanya di TV dan beberapa radio. Lihat saja band atau musisi yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya itu sangat jarang sekali anda tonton di acara musik pagi hari di beberapa TV, padahal mereka sukses mengharumkan nama Indonesia. Kepentingan apa yang ada di balik kesenjangan ini? Saya mencoba berangan-angan seandainya 2 kekuatan ini yaitu kesuksesan panggung (pada band atau musisi di luar industri musik) dan industri musik (dengan kekuatan modal kapitalisnya) disatukan. Maka tidak akan ada lagi musisi karbitan dengan musikalitas dan komposisi seadanya, musik Indonesia akan makin berkualitas. Nanti yang akan anda lihat di TV hanya band atau musisi dengan kualitas musik yang mumpuni karena teruji di panggung-panggung musik secara live. Dengan demikian otomatis pendapatan industri musik juga akan terangkat. Penikmat musik pasti akan rela membeli CD/kaset dari musisi atau band yang bermutu dan mereka gemari. Tahun 2012 waktu yang tepat untuk Revolusi Industri Musik Indonesia.

Monday, December 19, 2011

Artrock Alex Signature Studio Bass

Welcome new family of Artrock Alex Signature Bass: The Studio Series

Photo Session for Artrock CD album

Saturday, December 03, 2011

PIO KHARISMA - Your Photographer: Baim Trio on New Friday Jazz Nite - Ancol Part 2

PIO KHARISMA - Your Photographer: Baim Trio on New Friday Jazz Nite - Ancol Part 2: 32 foto ini adalah bagian kedua penampilan Baim Trio di New Friday Jazz Nite - Pasar Seni Ancol. Setelah membawakan kurang lebih 14 lagu, m...

PIO KHARISMA - Your Photographer: Baim Trio on New Friday Jazz Nite - Ancol Part 1

PIO KHARISMA - Your Photographer: Baim Trio on New Friday Jazz Nite - Ancol Part 1: 18 November 2011 adalah malam saat pertama kali saya melihat penampilan Baim Trio secara langsung. Dengan susunan lagu yang bervariasi tapi...