Tentang Kehidupan, Musik dan Puisi. Blog ini didedikasikan untuk manusia yang senantiasa mencari makna hidup dan kebenaran sejati.
Tuesday, October 23, 2012
BAIM TRIO at Jakarta Blues Festival 13 October 2012
BAIM Trio at Road To Jakarta Blues Festival 5 October 2012
Wednesday, June 20, 2012
Saturday, April 14, 2012
Thursday, April 12, 2012
Monday, February 27, 2012
Monday, January 30, 2012
Revolusi Industri Musik Indonesia 2012?
Monday, December 19, 2011
Saturday, December 03, 2011
PIO KHARISMA - Your Photographer: Baim Trio on New Friday Jazz Nite - Ancol Part 2
PIO KHARISMA - Your Photographer: Baim Trio on New Friday Jazz Nite - Ancol Part 1
Monday, November 21, 2011
Monday, October 31, 2011
Bersikap yang tepat
Baru-baru ini melihat dan bertemu dengan sebuah band cover version yang kebetulan namanya sedang naik daun. Ya, bukan band rekaman yang punya lagu-lagu dan album sendiri. Namun band ini serasa begitu hebat dan populer (meski hanya untuk kalangan terbatas), dan yang saya sayangkan sifat sombong sebagian besar personilnya. Haha, berapa sih usia mereka dan berapa lama sih pengalaman musik mereka? Seakan dunia hanya milik mereka, tidak perlu bersikap sopan dan hormat bahkan terhadap musisi yang lebih senior dari mereka. Entah tidak tahu karena kurang pergaulan atau pura-pura tidak tahu? Sebenarnya apa sih yang bisa dibanggakan hanya karena populer memainkan lagu-lagu hits milik orang lain? Sehingga harus sedemikian sombongnya tidak perlu mengenal rekan musisi lain yang jelas-jelas sudah lebih senior dan memiliki reputasi lebih hebat? Lagu sendiri saja belum ada apalagi album karya sendiri? Say sebagai musisi merasa kasihan dan sikap mereka sangat disayangkan. Semoga mereka cepat tersadar akan kepopuleran semu ini. Saya hanya menaruh hormat kepada vokalisnya yang sangat santun dan memiliki suara yang hebat. Dialah sejatinya yang membuat band ini populer, bukan anggota band lainnya.
Tampaknya hal seperti ini (sikap sombong) juga banyak saya temui pada band-band rekaman baru yang kebetulan juga namanya sedang naik daun. Seperti tidak sadar bahwa kepopuleran hanyalah sementara dan semu, yang paling penting adalah silaturahmi sesama musisi. Baik itu musisi senior maupun yang muda seharusnyalah saling menghormati dan menghargai. Siapa tahu pada suatu waktu bisa saling bekerjasama?
Ayolah kepada para musisi muda saya ajak untuk bersikap yang tepat dan tidak menyombongkan prestasi semu popularitas. Saatnya membuka diri bergaul sesama musisi. Mari jadikan musik Indonesia semakin berkualitas. (Alex Kuple)
Tuesday, June 28, 2011
BERKALI KALI
Tak terhitung BERKALI KALI kau mendustainya
Dia tak jemu untuk memaafkanmu BERKALI KALI
Sampai BERKALI KALI berapa lagi kau akan lakukan?
BERKALI KALI lagi dia akan tetap menunggumu.
Thursday, June 23, 2011
Rest in peace Bayyin Nur
Sunday, May 29, 2011
HUT ke-4 Komunitas Jazz Chic’s 26 Mei 2011
Sepertinya waktu cepat sekali berlalu, seakan baru kemarin saja gathering pertama Komunitas Jazz Chic’s (KJC) yang digagas oleh beberapa instruktur Chic’s Musik diadakan. Kilas balik ke 4 tahun yang lalu, memang tidak ada niatan muluk selain lebih memperkenalkan jazz kepada masyarakat melalui perhelatan musik jazz di pinggir jalan raya Pemuda Rawamangun setiap Kamis malam minggu keempat. Ternyata selama kurun waktu 4 tahun KJC berhasil juga membidani beberapa group jazz dan memunculkan bakat-bakat baru jazz yang sebelumnya terpendam di tengah hiruk pikuk musik industri yang seragam. Dengan wadah komunitas seperti KJC ini tidak ada batasan tua muda maupun kemampuan musik, KJC membuka pintu untuk setiap musisi yang ingin bermain dan memperdalam permainan musik jazz.
Tidak seperti biasanya, yaitu gathering di parkiran Chic’s Musik Rawamangun, Kamis tanggal 26 Mei 2011 merupakan hari yang spesial untuk merayakan 4 tahun keberadaan KJC karena itu perhelatan anniversary keempat digelar di auditorium Chic’s Musik. Dimulai sekitar pukul 16.30, Puji & Friends langsung menggebrak dengan menyajikan komposisi jazz fusion yang cukup enerjik Freedom Jazz Dance. Puji & Friends terdiri dari 4 instruktur Chic’s Musik, yaitu Puji (gitar), Herman (drums), Bhayu (piano), dan Oktaf (bass). 2 nomor fusion yang hot berhasil memberikan nuansa jazz bagi para penikmat jazz yang mulai berdatangan memenuhi auditorium Chic’s Musik sore itu. Bergantian mereka berimprovisasi dan saling berkomunikasi melalui alat musik masing-masing untuk memberi suguhan jazz fusion yang menawan.
Penampil kedua sore itu adalah DLR (Duo Lani Rangga) yang terdiri dari Lani (vokal) dan Rangga (gitar). Dengan beberapa nomor jazzy yang easy listening DLR meneduhkan auditorium yang sebelumnya panas oleh penampilan Puji & Friends. Mengalir dengan lembut dan berhasil menarik hati para audiens nomor-nomor seperti Englishman in New York, The Nearness of You, Tanpa Akhir (ciptaan DLR sendiri), dan Message in The Bottle. DLR sangat potensial berkembang mengingat usia mereka yang masih muda dan format akustik duo yang simpel namun berisi.
Giliran Elevation 3 (E3) yang tampil ketiga. Sebelumnya E3 telah beberapa kali berpartisipasi pada gathering bulanan KJC, dan melihat perkembangan positif maka pantas jika E3 ditampilkan pada konser spesial HUT ke-4 KJC kali ini. Tampil dengan format berempat, yaitu Renata (piano), Kristo (bass), Tedi (gitar), dan Indra (drums), kali ini E3 membawakan 4 buah nomor instrumental jazz fusion. Yamko Rambe Yamko, Tribute to Mbah Surip, Dora Emon, dan Dolanan Jawa berhasil mereka aransemen dengan unik dan mainkan dengan kompak. Salut buat progress positif dari E3 sejak pertama kali mereka tampil di gathering KJC beberapa tahun lalu.
Setelah break Maghrib, giliran penampil spesial yang ditunggu para penikmat jazz yaitu Beben Jazz & Friends. Beben yang merupakan penggagas awal berdirinya Komunitas Jazz Kemayoran menjadi inspirasi bagi berdirinya KJC 4 tahun lalu. Formasi Beben Jazz & Friends kali ini adalah Beben (gitar & vokal), Nana Lee (vokal & saxophone), Donny (piano), Taufan (bass), dan Nair (drums). Kali ini audiens dibawa kembali ke masa-masa awal perkembangan jazz dengan menikmati beberapa nomor jazz standard yang dimainkan One Note Samba, Summertime, dan Take The A Train. Tidak ketinggalan para penikmat jazz yang hadir juga mendapat informasi dan pengetahuan berharga mengenai latar belakang sejarah terciptanya lagu-lagu jazz tersebut dan sejarah jazz secara umum. Terimakasih banyak untuk Beben Jazz & Friends.
Penampil kelima malam itu adalah Bicara, terdiri dari Andrea Maulana (vokal), Erik Andrianto (gitar), Alex Kuple (bass), Sonny (piano), dan Herman (drums). Suasana jazz klasik masih terasa karena Bicara memainkan nomor pertama So Danco Samba yang berirama latin jazz. Irama latin seperti bossanova dan samba memang mampu membuat audiens bergoyang meski di tempat duduknya masing-masing. Setelah nomor pertama dari Bicara, tiba saatnya seremonial ulang tahun pada umumnya yaitu tiup lilin dan potong kue tart yang dibawa ke atas panggung. Pak Jemmy Suhadi selaku owner Chic’s Musik yang sangat mendukung KJC meniup lilin dan menerima potongan kue pertama dari Erik Andrianto sang ketua KJC. Semua berdoa semoga KJC bisa terus eksis dan makin melahirkan banyak lagi generasi penerus jazz di Indonesia. Setelah selebrasi ulang tahun tersebut, Bicara menutup penampilan mereka malam itu dengan memainkan nomor swing jazz Route 66, menampilkan guest player Yose pada perkusi. Sungguh musik jazz adalah musik yang komunikatif, dengan improvisasi yang seakan liar namun tetap kompak dan berbicara satu sama lain antar player sehingga menyuguhkan permainan yang mampu memainkan emosi penikmat jazz.
Berikutnya yang tampil adalah sebuah trio Action To Reaktion. Trio ini terbilang unik karena terdiri dari Alifa (gitar), Aldi (bass), dan Jevin (beat box). Jevin memanfaatkan vokal dan seperangkat efeknya untuk menghasilkan bebunyian perkusi/drums yang sangat atraktif. Memang sebuah kombinasi yang unik, memadukan beat box yang biasa digunakan pada jenis musik hip hop atau r n b untuk musik jazz. Beberapa nomor jazz standard mereka aransemen lebih enerjik sehingga terlihat atraktif. Sebuah eksperimen positif yang pantas kita acungi jempol, karena musik jazz memang selalu dikenal mengikuti perkembangan musik di jamannya sehingga progress nya tidak terbatas.
Menyusul penampilan Action To Reaktion yang unik adalah Yohanes Gondo & Friends. Quartet yang terdiri dari Gondo (piano), Sinyo (gitar), Fanny (drums), dan Effer (bass) ini berasal dari kota Surabaya dan Semarang menyempatkan diri untuk berpartisipasi pada HUT ke-4 KJC. Mengusung beberapa nomor fusion dan swing yang menghentak, quartet ini tampil enerjik dan kompak dengan bergantian saling berpadu padan berimprovisasi dengan alat musik masing-masing. KJC mengucapkan banyak terimakasih buat Gondo & Friends, yang menandakan bahwa komunitas jazz meski mengusung nama daerah/lokasi tetap saja bersifat universal, dan setiap komunitas biasanya saling mendukung untuk perkembangan jazz pada umumnya.
Kelompok ke-8 yang tampil malam itu adalah Rivercross yang antara lain diperkuat oleh Aris (bass) dan Dika Chasmala (biola). Tampil membawakan nomor klasik Cantalope Island yang diaransemen medium funk, kemudian sebuah lagu milik Eric Clapton I Shot The Sheriff yang dibuat jazzy fusion, serta komposisi mendiang Jaco Pastorius yaitu Chicken. Adanya instrumen biola memang menjadi keunggulan group ini karena saat ini sangat jarang pemain biola yang bermain dalam kelompok jazz seperti dulu Luluk Purwanto bersama group Bhaskara 86 yang legendaris itu. Dika sebagai pemain biola yang masih muda terbilang potensial untuk terus berkembang mewarnai dunia musik baik jazz maupun musik umumnya ke depan.
Setelah Rivercross, naik ke panggung seorang musisi senior yaitu Totong Wicaksono yang dulu sempat mendirikan group fusion Canizaro yang cukup terkenal di era tahun 80an. Kali ini Totong Wicaksono yang memainkan gitar akustik nylon tampil dibantu oleh Alex Kuple (bass), Bhayu (piano), dan Herman (drums). Membawakan 2 buah nomor light jazz fusion milik Earl Klugh yaitu Livin’ Inside Your Love dan Cabo Frio, Totong berhasil memukau para audiens dengan petikan gitar nylon-nya yang khas dan menawan. KJC mengucapkan beribu terimakasih untuk Totong Wicaksono yang menyempatkan diri bermain di HUT ke-4 KJC.
Kemudian penampil ke-10 malam itu adalah Notturno, sebuah kelompok trio yang sudah cukup terkenal di blantika musik jazz saat ini. Kali ini Notturno tampil dengan formasi baru, dengan Masmo (piano) sebagai personil tetapnya dibantu oleh Kevin Yosua (bass) dan Dimas Pradipta (drums). Membawakan 2 buah nomor milik mereka sendiri, Notturno formasi baru ini tampil lebih enerjik dengan perubahan aransemen dan permainan yang lebih atraktif. Penikmat jazz tampak puas menikmati suguhan mereka yang sesekali tiap personil memamerkan kebolehannya berimprovisasi dengan skill yang tinggi.
Meski telah lewat dari pukul 10 malam, acara malam itu seperti tidak ingin disudahi karena gairah jazz masih kuat terasa pada para audiens yang hadir. Krishna Siregar (piano) melanjutkan dengan tampil dibantu oleh Alifa (gitar), Aldi (bass), dan Jevin (drums). Meski bersifat jam session, quartet ini mampu menyajikan suguhan jazz yang menarik dan cukup kompak dengan berturut-turut memainkan 2 buah lagu jazz standard yaitu Mr. PC dan Donna Lee. Manggung dadakan bukanlah hal yang tabu bagi musisi jazz karena jam session adalah hal yang sangat biasa dalam sebuah pertunjukan jazz. Meski baru bertemu di panggung dan berunding soal lagu yang dibawakan saat itu juga tidak menjadikan batasan untuk musisi jazz tampil secara lepas. Berbekal pengenalan lagu-lagu standard jazz dan teknik bermain yang mumpuni para musisi jamming akan mampu menyuguhkan permainan yang menawan seperti dibuktikan oleh Krishna Siregar dkk kali itu.
Giliran penampil ke-12 malam itu adalah Hajar Bleh Big Band. Ya, sebuah big band yang terdiri dari beberapa musisi brass section seperti saxophone (dengan ragam tipenya), trumpet, dan sebagainya, juga pemain piano, bass, drums, perkusi, dan 2 gitaris. Beruntung panggung auditorium Chic’s cukup luas dan mampu menampung mereka semua, hanya seorang vokalis yang terpaksa bernyanyi di bawah panggung. Hajar Bleh Big Band dipimpin oleh Roberto yang juga seorang pianis tapi kali itu hanya bertindak sebagai konduktor. 3 buah nomor jazz klasik diantaranya Georgia on My Mind dan Duke’s Place mampu mereka mainkan dengan lancar dan menarik. Audiens mendapatkan pengalaman dengar baru karena nuansa brass section dalam sebuah big band memang menjadi bumbu penyedap yang manis. Salut buat Roberto dkk dengan Hajar Bleh Big Band-nya, maju terus ya kawan-kawan.
Waktu hampir menunjukkan pukul 11 malam dan acara HUT ke-4 KJC ditutup dengan penampilan terakhir dari trio Threesome yang terdiri dari Chandra (gitar), Reza (bass), dan Yogi (drums). Memainkan jenis musik funk/fusion jazz mereka dengan cerdas mengaransemen lagu Cicak Cicak di Dinding menjadi suguhan yang menarik dan unik. Menutup penampilan dengan sebuah nomor karya mereka sendiri yang funky, Threesome tampil enerjik.
Tercatat ada 13 penampil yang mengisi acara ulang tahun ke-4 Komunitas Jazz Chic’s kali itu, dan KJC mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi para musisi yang tampil, juga para penikmat jazz yang hadir malam itu. Semoga KJC akan terus eksis dan makin berkembang, ke depannya bisa melahirkan generasi baru musisi jazz tanah air. Salam jazz selalu. (Alex Kuple).
Friday, May 06, 2011
Pelajaran Berharga

Apa yang bisa kita lakukan terhadap sebuah kecelakaan? Jika Allah SWT telah menggariskan sesuatu maka terjadilah, tidak ada seorang manusia pun yang bisa mengelak takdir. Rabu 30 Maret 2011 menjadi hari pembelajaran akan misteri itu. Jatuh keempat kalinya dari motor, kedua kali dengan kategori cukup parah. Kali ini memang lebih parah dari sewaktu jatuh terkena pembatas busway beberapa tahun lalu, mulai tangan sampai kaki sebelah kiri serasa lumpuh, kaku karena menghantam aspal dengan kerasnya. Beberapa hari bed-rest terpaksa memanggil ahli urut yang biasa menangani orang habis kecelakaan, pak Ai, dan ternyata ada pergeseran tempurung lutut. Auw ngilu sekali saat diurut, 2 kali pula, sakitnya ruar biasa. Selalu berdoa dan bersyukur, itu sebaik yang bisa manusia lakukan saat tertimpa musibah, semoga Allah SWT meringankan masa penyembuhan ini dan memberi ketabahan melaluinya. Sampai saat ini sudah 1 bulan lebih berlalu, alhamdulillah membaik dan berharap bisa segera pulih total.


Tuesday, March 01, 2011
Langit Menangis
Cepat Tidak Selalu Nikmat

Wew, sudah lama tidak menulis blog. Seakan terlena dengan kecepatan dan kepraktisan social networking baru semacam Facebook dan Twitter. Namun lama kelamaan jenuh juga dengan segala yang bergerak terlalu cepat, update tiap detik sungguh membuat tersiksa. Pikiran, jiwa dan badan jadi cepat lelah. Rindu sekali akan gerak lamban kehidupan seperti dulu, dimana segalanya bisa kita nikmati untuk jangka waktu lama, tidak sesingkat sekarang ini. Memang tidak selamanya kemajuan bisa kita nikmati, tidak selalu kecepatan adalah juara bagi hidup kita. Nikmati saja aliran hidup dengan senyaman-nyamannya tanpa ketergesaan yang menyiksa.
Monday, July 19, 2010
Tuesday, June 22, 2010
SUNDAY BREEZE with KOMUNITAS JAZZ CHIC’S 20 Juni 2010
Sunday Breeze merupakan event reguler Komunitas Jazz Chic’s yang diadakan setiap 2 minggu sekali di Planet Hollywood Jakarta. Minggu tanggl 20 Juni 2010 Sunday Breeze yang sudah berjalan hampir 1 tahun menampilkan band Melodious Harmony dan jam session dari beberapa instruktur Chic’s Musik. Dimulai tepat pukul 17.00 WIB, Sunday Breeze dibuka oleh penampilan jam session dari Alex Kuple (bass), Erik Andriyanto (gitar), dan Herman (drum) dengan lagu pertama When Sunny Gets Blue sebuah lagu jazz standard karya Fisher dan Segal, dibawakan dengan irama bossanova medium.
Nomor pembuka yang cukup santai ini mampu menghembuskan atmosfir jazz pada sore hari di Planet Hollywood dan membawa penikmat jazz larut dalam musik dan improvisasi yang dimainkan oleh trio instruktur Chic’s Musik ini. Lagu kedua masih beraroma latin samba yaitu Blue Bossa dengan menampilkan Ferry (saxophone). Suasana menjadi semakin hangat dengan irama samba yang medium terutama dengan alunan nada dan improvisasi alat tiup saxophone yang dimainkan dengan penuh penghayatan oleh Ferry. Quartet ini cukup kompak meski bersifat jam session, saling mengisi dan bergantian berimprovisasi dalam trading four yang memikat. Setelah Blue Bossa, quartet jam session ini membawakan nomor terakhir yaitu Mr. PC sebuah nomor jazz blues minor karya John Coltrane. Dimainkan dengan irama swing yang cepat, mampu semakin menghangatkan sore hari di Planet Hollywood. Seperti biasa setiap instrumen saling mengisi dan berimprovisasi, demikian pula trading four yang mengetengahkan improvisasi dari Herman (drum). Lagu Mr. PC merupakan penutup jam session awal Sunday Breeze 20 Juni 2010.
Penampil kedua sore itu adalah sebuah band yang menamakan diri mereka Melodious Harmony yang terdiri dari Aji (piano), Michael Tjia (drum), David Weill (bass), Rahmat (saxophone), dan Vicky (vokal). Aji tercatat pernah juga mengajar di Chic’s Musik, sementara David pernah belajar bass di Chic’s Musik. Mereka langsung menghentak dengan sebuah nomor jazz blues Billy’s Bounce dibawakan dengan irama swing medium. Meski band baru terlihat mereka cukup kompak dan saling mengisi pada permainan musik mereka. Sangat menjanjikan, mereka juga telah beberapa kali mencoba ajang festival jazz serta beberapa event. Dilanjutkan oleh lagu standar jazz All The Things You Are karya Hammerstein & Kern, masih berirama swing yang medium. Vokal Vicky yang sopran terdengar cukup baik dan blend dalam komposisi yang dimainkan oleh Melodious Harmony. Berikutnya mereka membawakan sebuah nomor karya sendiri berjudul Nirwana Dunia yang diaransemen jazzy fusion. Lagu ini langsung enak didengarkan meski kami belum pernah mendengar sebelumnya, cukup nyaman dinikmati. Setelah lagu Nirwana Dunia yang cukup santai, Melodious Harmony kembali menghentak dengan irama samba yang cepat dengan nomor Blue Bossa. Membawa atmosfir jazz kembali menghangat di Planet Hollywood. Sebagai lagu penutup, Melodious Harmony memainkan nomor ballad Someone To Watch Over Me yang dimainkan secara apik. Sungguh sajian jazz yang nikmat dibawakan oleh Melodious Harmony, semoga awal yang bagus ini menjadikan mereka semakin kompak dan terus bermusik memainkan alunan jazz yang memikat. Tepat pukul 18.30 Sunday Breeze kali ini harus diakhiri lebih awal karena ada siaran langsung Piala Dunia 2010. Sampai jumpa di event gathering Komunitas Jazz Chic’s berikutnya. Salam jazz selalu. (Alex Kuple).
Thursday, June 03, 2010
JIMMU
Jimmu, band terakhir gw. Berdiri sejak 2008, diawali oleh impian Adhit (ex gitari Element) dan Alex Kuple (ex bassist Nugie & ALV) membangun sebuah band beraliran rock. Dalam perkembangannya kemudian berhasil mengumpulkan personil lain yaitu Diez (gitaris, ex teknisi gitar Adhit di Element), Ryo Domara (vokalis, ex Erwin Gutawa Rockestra), dan Rico Aryo (drummer, ex additional The Fly). Bersama produser kondang Denny Chasmala, Jimmu berhasil merampungkan 10 buah komposisi lagu yang dikemas dalam album pertama bertitel "Bersinar Terang", sejak Mei 2010, dirilis dibawah label rekaman GSM Record. Single pertama yang dibuatkan video klip adalah lagu "Tidak Boleh Nakal". Jimmu berkeinginan untuk memberi warna baru dalam dunia musik Indonesia, tetap komersial namun kental bernafaskan Rock yang apik.
Saturday, February 20, 2010
SUNDAY BREEZE Part 8
Friday, October 23, 2009
REVIEW GATHERING KOMUNITAS JAZZ CHIC’S 22 OKTOBER 2009
Komunitas Jazz Chic’s (KJC) kembali menggelar gathering rutin bulanan setelah hampir 3 bulan absen. Menjawab begitu banyak pertanyaan dari pecinta jazz yang sepertinya merindukan suasana unik KJC karena menempatkan musik jazz di jalanan. Bertempat seperti biasa di pelataran parkir Chic’s Musik jalan Pemuda 65 Rawamangun Jakarta Timur, acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Sebagai pembukaan, penampil pertama adalah jam session dari beberapa instruktur Chic’s terdiri dari Bhayu (piano), Alex Kuple (Bass), Erik Andriyanto (Gitar), dan Herman (Drums). Mereka membawakan 5 lagu jazz standard yaitu “All The Things You Are”, “Equinox”, “Stella By Starlight”, “There’s No Greater Love”, dan “Footprints”.
Suasana mainstream jazz langsung terasa dengan nomor-nomor jazz klasik yang dibawakan oleh Erik cs tersebut, sekaligus juga memancing penikmat jazz untuk mendatangi area parkir Chic’s Musik yang malam itu terasa cukup hangat. Permainan jazz swing, ballad, maupun be bop mampu mengajak penikmat jazz yang mulai berdatangan untuk larut dalam suasana jazz on the street.
Penampil berikutnya adalah Trio terdiri dari Bhayu (piano), Dodi (Bass), dan Bobby (Drums) yang membawakan 2 buah nomor yaitu “Mr PC” yang diaransemen Funk Jazz dan “The Chicken”, sebuah nomor milik legenda bassist Jaco Pastorius. Nuansa funk yang kental mewarnai permainan trio ini, menyuguhkan rasa jazz yang lain setelah rasa jazz klasik sebelumnya. Penikmat jazz semakin terlihat antusias menyaksikan aksi-aksi improvisasi yang mereka suguhkan.Posisi Bhayu pada piano kemudian digantikan oleh Ade, seorang pianis jazz berbakat yang masih berusia belasan tahun. Trio baru ini menghadirkan rasa jazz yang lain lagi, karena mereka memainkan nomor reggae blues lawas milik Eric Clapton yaitu “I Shot The Sheriff” yang dibalut dengan chord-chord dan improvisasi jazz serta irama yang funky groove. Cukup menyegarkan.
Selanjutnya, panggung KJC 22 Oktober 2009 diisi oleh penampilan dari Ade (piano), Aisi (gitar), Aris (bass), Herman (drums), dan Rahmat (saxophone). Mereka membawakan beberapa nomor jazz standard diantaranya adalah “Blue Bossa” yang diaransemen swing. Permainan solo piano Ade sanggup memukau para penikmat jazz yang hadir karena sangat indah, melodius, dan sarat dengan skill yang tinggi. Patut kita kagumi mengingat usianya yang masih sangat muda namun mampu menampilkan permainan jazz yang mumpuni.
Penampil kelima malam itu adalah duet Boy (Vokal & Gitar) dan Puji (Gitar).Mereka membawakan 2 buah nomor reggae klasik milik Bob Marley yaitu “Waiting in Vain” dan “No Woman No Cry” yang dibawakan secara jazzy. Vokal Boy yang meliuk-liuk bluesy memainkan melodi asli lagu-lagu reggae tersebut mampu menghadirkan dengaran interpretasi baru yang cukup menyegarkan suasana malam itu.
Giliran berikut setelah Boy & Puji adalah group Nada Biru, band yang sudah beberapa kali tampil di gathering KJC. Nada Biru beranggotakan Aris (bass), Aisi (gitar), Bobby (drums), dan Rahmat (saxophone). Aisi yang juga adalah seorang dokter jantung membuktikan bahwa profesi apapun tidak akan menghalangi keicntaan untuk memainkan musik jazz. Nada Biru membawakan beberapa nomor jazz standard seperti “Take Five” dan “Stella By Starlight” dengan aransemen yang mereka buat lebih nge-beat dan modern.
Tidak terasa jika malam semakin larut, penampil ketujuh malam itu adalah band bentukan Andry (bass), Adhit (gitar), dan Ridwan (drums) yang mereka namakan Ada Trio Band. Nama yang cukup unik. Mereka memainkan 3 buah nomor jazz yang terbilang cukup rumit dan membutuhkan skill yang tinggi, yaitu “Donna Lee”, “Moment’s Notice”, dan “Giant Step”. Namun mereka mampu membawakan nomor-nomor tersebut secara baik dengan interpretasi dan semangat baru. Meski masih berusia muda, permainan mereka sangat menjanjikan dengan skill yang cukup tinggi.
Setelah Ada Trio Band, panggung kembali diisi dengan jam session. Inilah keistimewaan dari gathering bulanan KJC, karena siapa saja bebas berpartisipasi untuk mengisi panggung berkolaborasi dengan musisi-musisi lain yang hadir. Jam session pertama terdiri dari Andry (bass), Herman (drums), Imam Fathur (gitar), dan Ade (piano) yang membawakan beberapa nomor mainstream jazz standard. Sarat dengan improvisasi dan komunikasi musikal antar pemain menjadikan penampilan mereka terlihat begitu atraktif. Kemudian jam session kedua yang merupakan penampil terakhir malam itu diisi oleh Alex Kuple (bass), Herman (drums), Sonny (piano), dan Adhit (gitar) yang memainkan 2 buah nomor jazz yaitu “Straight, No Chaser” dan “The Girl From Ipanema”. Penampilan terakhir ini menutup rangkaian acara gathering bulanan KJC bulan Oktober 2009 karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul setengah 12 malam. Penikmat jazz yang telah puas menikmati suguhan berbagai rasa dengaran musik jazz pun terlihat cukup enggan beranjak pulang karena sebenarnya mereka masih menginginkan gathering terus berjalan, namun waktu jualah yang membuat acara malam itu harus segera diakhiri.
Ada fakta yang menarik pada gathering KJC kali ini, karena malam itu KJC didatangi langsung oleh Ronny Sinaga, seorang penikmat jazz berasal dari Purwokerto. Ya, Purwokerto di Jawa Tengah! Pak Ronny ini ke Jakarta menggunakan kereta, dan dari stasiun kereta langsung menuju ke Chic’s untuk menikmati acara gathering KJC. Salut dan terimakasih buat pak Ronny, salam kami dari KJC untuk rekan-rekan pecinta jazz di Purwokerto.
Selain itu, ada sebuah kabar baik untuk anda semua pecinta jazz, karena mulai bulan November 2009 Komunitas Jazz Chic’s akan bekerjasama dengan Planet Hollywood untuk menggelar acara gathering KJC di bar Planet Hollywood setiap hari minggu 2 kali dalam sebulan. Gathering bulanan setiap hari Kamis minggu keempat akan tetap berjalan di Chic’s Musik. So, tunggu apa lagi mari kita menikmati musik jazz lebih banyak lagi. Kesempatan baik juga buat para musisi jazz untuk menyalurkan apresiasinya pada gathering KJC yang kini bertambah setiap bulannya. Tunggu saja kabar selanjutnya,
salam jazz! (Alex Kuple).
Monday, August 10, 2009
Baim Trio Show at Batam Asean Jazz Festival 2009

Sungguh suatu kehormatan bagi Baim Trio untuk tampil mengisi gelaran bergengsi Asean Jazz Festival 2009 di Batam. Meski membawakan lagu-lagu blues dan solo Baim, ternyata malah membuat panitia tertarik untuk mendaulat Baim Trio yang kali ini diperkuat oleh Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), dan Rama Moektio (drums) turut meramaikan acara Asean Jazz Festival (AJF) pada tanggal 8 Agustus 2009. Bertempat di pantai Coastarina, AJF digelar dengan 3 panggung yang menampilkan beberapa musisi dan group jazz baik dari Indonesia maupun dari kawasan Asean lain seperti Singapore, Thailand, dan sebagainya. Acara diadakan selama 2 hari yaitu tanggal 7 dan 8 Agustus 2009.
Baim Trio mendapat jatah tampil pada 8 Agustus sekitar pukul 10 malam. Di tengah suasana jazz, Baim Trio tampil dengan ciri khas lagu-lagu blues, pop, dan sedikit jazzy. Tampil menggebrak dengan nomor blues yang cukup panas yaitu "Everyday I Got the Blues" mampu menghantarkan atmosfer blues yang kental kepada para penikmat musik yang hadir. Cukup banyak memang penonton yang berlesehan maupun berdiri menunggu seperti apakah penampilan Baim Trio. Selama ini Baim memang terkenal sebagai pelantun lagu-lagu pop rock. Penonton sepertinya penasaran bagaimanakah penampilan Baim pada sebuah event jazz regional Asean ini. Dan tampaknya penikmat musik sedikit terkesima dengan keahlian Baim dalam memainkan gitar terutama untuk jenis musik blues. Ya mereka akhirnya mengetahui akar dan pondasi karir musik Baim selama ini dalam berkarya, yaitu blues. Selepas lagu pertama, Baim Trio kian membuat bluesy suasana malam itu dengan tembang klasik "Juwita Malam" yang diaransemen blues dan sedikit swing jazz menjelang coda. Tidak ketinggalan pula Baim menyelipkan lagu hits klasik dari band-nya terdahulu yang tidak perlu disebutkan disini, cukup inisialnya saja, A-D-A band, yaitu lagu "Ough!" yang sangat dikenal oleh penonton, juga beberapa nomor solo albumnya. Yang mampu menggelitik penonton dan membuat suasana kian ramai adalah dibawakannya 2 buah tembang lawas yang sangat populer yaitu "Madu dan Racun" serta "Singkong dan Keju" yang diolah menjadi suguhan yang fresh.
Setelah beberapa nomor blues, Baim Trio mengakhiri penampilan dengan sebuah lagu blues yang funky dan menghentak milik Jimi Hendrix yaitu "Wait Till Tomorrow". Penonton terlihat sangat puas dan antusias menikmati suguhan dari Baim Trio kali ini di gelaran AJF 2009. Di penghujung acara malam itu, Baim dan Alex Kuple didaulat untuk kembali naik ke panggung ber-jam session bersama beberapa musisi dari Thailand. Membawakan 2 buah nomor blues yang funky dan traditional blues, jam session ini mampu menambah rasa puas para penikmat musik yang menyaksikan. Terimakasih banyak untuk panitia yang telah mengundang Baim Trio, dan terutama para penikmat musik yang hadir di Batam AJF 2009 ini. Salam blues dan jazz! (Alex Kuple).

























