Friday, November 28, 2008

Sunday, August 03, 2008

Gathering Komunitas Jazz Chic's 24 Juli 2008

Acara gathering Komunitas Jazz Chic's (KJC) pada tanggal 24 Juli 2008 terpaksa dibatalkan karena musibah yang menimpa Erick selaku koordinator KJC saat acara baru saja akan dimulai. Erick yang berniat memberikan kata-kata pembuka untuk memulai acara sekitar pukul 21.00 mendadak tersetrum saat memegang gagang mikrofon. Sengatan listrik yang sangat besar dan cukup lama, sekitar 30 detik, membuat Erick kejang dan terjatuh. Jika tidak ada ayah dari Ade (piano) yang berinisiatif menendang tangan Erick yang menggenggam mikrofon, niscaya tangan Erick akan lebih lama lagi menempel pada gagang mikrofon yang dialiri listrik berdaya besar. Saat terjatuh Erick sempat menimpa Joko yang sedang mempersiapkan bass, sehingga Joko pun mendapat sedikit sengatan listrik dari badan Erick. Setelah diistirahatkan di sebuah bangku panjang sekitar 15 menit barulah Erick dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dharma Nugraha di Rawamangun untuk diperiksa kondisinya serta mendapat perawatan sepenuhnya. Syukurlah kondisi Erick masih cukup baik, sehingga ia hanya menginap semalam di Rumah Sakit tersebut. Berdasarkan keterangan Rizky yang bertindak sebagai sound engineer malam itu, kebocoran aliran listrik yang mengakibatkan Erick kesetrum demikian hebat adalah karena adanya kabel yang rusak sehingga menyebabkan korsleting. Rizky juga sempat kesetrum saat memegang mixer yang digunakan, sehingga mixer tersebut jebol dan harus diganti. Mengingat musibah yang terjadi, acara gathering KJC bulan Juli terpaksa dibatalkan. Terima kasih buat rekan-rekan semua yang hadir pada tanggal 24 Juli 2008 serta memberikan pertolongan, bantuan dan rasa simpati terhadap Erick. Sampai bertemu pada gathering KJC bulan Agustus 2008. Salam jazz! (Alex Kuple).

Friday, July 18, 2008

Show Baim Pekan Raya Jakarta 6 Juli 2008

Dalam rangka perayaan ulang tahun kota Jakarta, seperti biasa diadakan pameran dan pertunjukan musik Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran Jakarta. Baim kebagian jadwal show tanggal 6 Juli 2008, berbarengan dengan Yovie & The Nuno. Kali ini Baim tampil lengkap dengan semua pemain band-nya, dengan formasi Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), Acha (drum), Ichol (gitar), dan Soni (piano & keyboard). Jadwal sound check untuk Baim terpaksa mundur sekitar 2 jam karena beberapa kendala di panggung. Karena event yang cukup besar, mas Syafii selaku sound engineer kami bawa untuk memaksimalkan penampilan Baim. Jadwal show sekitar pukul 8 malam juga meleset karena tiba-tiba ada susupan band Female dari panitia sebelum Baim tampil. Syukurlah keseluruhan penampilan Baim sangat memuaskan para pengunjung PRJ yang hadir pada hari minggu itu. Jumlah penonton yang banyak serta antusiasme mereka membawa atmosfer positif bagi Baim dan band-nya, sehingga kami bisa tampil all out. Kepuasan penonton sangat terbantu dengan peran mas Syafii selaku sound engineer yang berpengalaman dalam menangani sound, sehingga energi dari para pemain band tersalurkan kepada para penonton yang menikmati pertunjukan. (Alex Kuple).

Show Baim Pensi SMK Diponegoro 22 Juni 2008

Untuk show Baim kali ini Acha (drummer) berhalangan tampil karena bertepatan dengan hari pernikahannya. Sehingga Baim Trio kali ini tampil dengan formasi Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), dan Herman (drum). Pensi SMK Diponegoro Rawamangun Jakarta ini diorganisir oleh Chic's Musik sehingga beberapa band yang tampil berasal dari para instruktur Chic's dan siswa-siswi serta alumnus Chic's. Baim sebagai mantan instruktur Chic's tampil di penghujung acara, membawakan 4 buah lagu termasuk lagu pop klasik Indonesia "Madu dan Racun" di-medley dengan "Singkong dan Keju". Para siswa SMK DIponegoro yang diasuh oleh Pak Arief Rachman (mantan dosen saya di UI) terlihat sangat antusias menyambut kehadiran dan penampilan Baim. Acara berlangsung dengan meriah dan sukses serta diakhiri tepat menjelang waktu Maghrib. (Alex Kuple).

Show Baim Manado 7 Juni 2008

Kembali kali ini Baim hanya membawa Trio band-nya, dikarenakan masalah budget dari pihak penyelenggara yang sangatlah ketat. Terpaksalah hanya Baim (vokal dan gitar), Alex Kuple (bass), dan Acha (drum) yang berangkat ke Manado ditambah 2 orang crew (Kikoy dan Bodong) serta Eko sebagai road manager merangkap soundman. Acara di Manado adalah memperingati 13 tahun Telkomsel. Rombongan selain Baim berangkat hari Jumat tanggal 6 Juni dini hari dengan pesawat Lion Air pukul 5. Cukup menderita menahan kantuk yang begitu hebat ketika berangkat pukul 3 pagi ke airport. Alasan dari pihak penyelenggara adalah jadwal sound check pada siang hari Jumat, mengingat jadwal acara yang cukup padat. Namun setiba di sana siang hari persiapan dari panitia masih minus dengan alasan hujan deras yang mengguyur Manado seharian. Sampai sore haripun panggung dan sound system belum siap. Yang sangat mengecewakan adalah kami baru bisa sound check jam 4 dini hari Sabtu 7 Juni 2008. Jadi buat apa kami berangkat Jumat pagi? Bayangkan sound check di panggung outdoor, menahan kantuk sembari menahan dinginnya angin malam di pantai Manado! Syukurlah sound check berjalan lancar. Show time adalah sekitar pukul 8 malam, dan jarak dari hotel ke venue sangat dekat, sehingga Baim Trio tidak lelah dan terburu-buru di perjalanan. Penampilan Baim Trio sangat menghibur para penonton yang hadir. Jumlah penonton tidak sebanding dengan luas arena pertunjukan, mungkin karena masalah hujan. Meski demikian kami tampil semaksimal mungkin, dan para penonton yang hadir sangat menikmati lagu-lagu yang kami bawakan. Sehabis manggung, kami disuguhi hidangan sea food khas Manado. Selamat ulang tahun ke-13 buat Telkomsel, dan pesan kepada pihak penyelenggara di Manado agar lebih mempersiapkan dengan matang jadwal sound check. (Alex Kuple).

Sunday, June 01, 2008

Ulang Tahun Pertama Komunitas Jazz Chic's

Ulang Tahun Pertama Komunitas Jazz Chic’s 22 Mei 2008

Tanpa terasa Komunitas Jazz Chic’s (KJC) yang diprakarsai oleh beberapa instruktur Chic’s Musik telah berusia satu tahun. Berangkat dari semangat memasyarakatkan musik Jazz, acara yang rutin digelar sebulan sekali di pelataran parkir pinggir jalan ternyata sampai sejauh ini mampu bertahan dan terus berkembang baik dari segi jumlah penikmat musik jazz yang hadir maupun dari jumlah pemusik yang bersedia tampil. Beberapa musisi terkenal sempat hadir dan berpartisipasi pada gathering-gathering rutin bulanan, diantaranya Baim, Harry Toledo, Iwang Noorsaid, Iwan Miradz, Krishna Siregar, dan lainnya. Kali ini pada kesempatan acara ulang tahun pertama, ada sedikit perbedaan yaitu dalam hal tempat acara. Jika biasanya setiap bulan pada hari Kamis minggu keempat gathering KJC diadakan di pelataran parkir Chic’s Musik, maka kali ini gathering sekaligus ulang tahun pertama KJC mengambil tempat di auditorium Chic’s Musik. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi jumlah penikmat musik Jazz yang akan datang. Jumlah pengisi acara yang terdaftar akan tampil saja sekitar 15 sampai 20. Karena itu acara gathering ulang tahun ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB mengingat banyaknya pemusik Jazz yang akan berpartisipasi.

Agak terlambat dari jadwal yang sudah disusun karena masalah lighting untuk shooting video yang belum siap, acara dimulai sekitar pukul 17.20. Sedikit kata-kata pembuka dari Tanthie sang MC dilanjutkan dengan sambutan singkat oleh Erick selaku koordinator KJC dan pak Jemmy Suhadi selaku owner Chic’s Musik. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi dan syukuran ulang tahun pertama KJC.

Penampilan pembuka adalah jam session oleh beberapa instruktur Chic’s Musik, yaitu Alex Kuple (Bass), Ossa (Drum), Imam Fathur (Gitar), Acil (Perkusi) dan Sonny (Piano). Jam session awal ini membawakan lagu Happy Birthday yang diaransemen Latin Jazz.

Setelah break Maghrib, yang kebagian tampil pertama adalah Imam Fathur (Gitar) dibantu oleh Ossa (Drum) dan Oktav (Bass). Seperti biasanya, Imam membawakan beberapa nomor Fusion Jazz dari Lee Ritenour dan karya sendiri. Selanjutnya tampil grup People 2 yang digawangi oleh Yansen (Piano) dan Roy (Vokal). Karena pemain bass dan drum mereka tidak bisa hadir, People 2 dibantu oleh Alex Kuple (bass) dan Herman (drum) dalam penampilan kali ini. People 2 Membawakan 3 buah lagu standard jazz yaitu All Of Me, Girl From Ipanema dan St. Thomas. Dalam gelaran Ulang Tahun pertama KJC kali ini yang bertindak selaku MC adalah Yudhi Dado (drum), Erick (gitar) dan Bhayu (piano).

Peppy Probo & Friends tampil setelah People 2 dengan memainkan lagu-lagu Days Of Wind and Roses, Let’s Fall in Love dan Too Close For Comfort. Grup ini beranggotakan Peppy (vokal), Sonny (piano), Dede (gitar), Eja (drum) dan Taufan (bass upright elektrik). Penampilan Peppy cukup memukau dengan ciri khas vokalnya yang melengking dengan range vokal yang luas, serta improvisasi yang cukup matang. Melanjutkan penampilan Peppy Probo & Friends adalah grup Notturno yang beranggotakan Joshua (bass upright), Masmo (piano) dan Hendra (drum). Meski bertiga, penampilan mereka terasa penuh dan rapi dalam memainkan corak musik light standard jazz. 3 buah lagu yang mereka mainkan adalah He Told Me About Bean (lagu orisinil Notturno), Stolen Moments dan sebuah lagu dari Thelonious Monk.

Sebagai penampil kelima adalah Yose, Ade & Friends, memainkan lagu standard Giant Steps dan Take 5 serta Cold Dark Night yang berirama Funk Jazz. Grup ini terdiri dari Yose (vokal dan perkusi), Ade (piano), Ricky (bass), Erick (gitar) dan Hendra Jr. (drum). Ade yang masih berusia belasan tahun dan menderita tunanetra sudah sering tampil dalam acara reguler bulanan KJC dan sejak kecil sudah terbiasa ber-jam session dengan para musisi jazz ternama di Amerika Serikat. Kekurangan fisiknya ternyata tidak menghalangi kecermelangan bakat musiknya. Ade tampil memukau dengan improvisasi matang yang dapat kita bandingkan dengan para pianis jazz senior. Grup berikutnya yang tampil adalah One + 2, yang terdiri dari trio vokal Andrea, Gustam dan Pay, serta dibantu oleh Dimas (gitar), Herman (drum), Aji (piano), dan Joko (bass). Mereka tampil kompak dengan aransemen vokal trio yang memikat, membawakan 2 buah lagu yaitu Route 66 (blues jazz) dan L.O.V.E (diaransemen Fusion).

Setelah sesi lagu-lagu standar jazz seperti swing dan be bop, 2 penampil berikut ini sedikit berbeda dengan membawakan jenis musik Fusion yang cukup kompleks. Penampil ketujuh adalah grup Heaven On Earth yang beranggotakan Bhayu (piano dan keyboard), Ossa (drum) dan Franky (bass). Mereka membawakan nomor-nomor karya sendiri yang bercorak Fusion Jazz, yaitu Camel Rider dan Drum Overture. Dengan ciri khas musik Fusion yang njelimet dan penuh dengan tutti, mereka tampil cukup prima. Heaven On Earth telah merilis satu album dan sering tampil di berbagai event jazz berskala nasional. Melanjutkan Heaven On Earth adalah bintang tamu yang sangat ditunggu pada gelaran Ulang Tahun KJC, yaitu Iwang Noorsaid. Iwang yang memainkan keyboard dengan sampling sound dari notebook nya tampil dibantu oleh Ossa dan Franky, membawakan komposisi Iwang sendiri bercorak progresif fusion jazz. Terlihat kematangan seorang Iwang yang sudah cukup lama berkiprah di dunia musik khususnya jazz, dengan improvisasi dan kelincahan jari-jarinya yang sangat memukau.

Setelah 2 penampil yang membawakan corak Jazz Fusion, penampilan kesembilan membawa kita kembali ke era jazz swing dan ballad, yaitu Beben & Friends. Beben (vokal dan gitar) yang merupakan pelopor berdirinya Komunitas Jazz Kemayoran tampil bersama Nanin (piano), Martin (bass), Hendra Jr. (drum), dan Carolina (vokal). Mereka memainkan 5 repertoire yaitu Blue Monk, Stompin’ At The Savoy, Night & Day, One Note Samba dan Lullaby Of Birdland. Dengan komposisi dan improvisasi yang manis ditambah ciri khas vokal serak dari Carolina, Beben & Friends mampu mendinginkan suasana yang terlanjur panas oleh penampilan fusion sebelumnya.

Suasana panas yang berbeda kembali dimunculkan oleh penampilan Zarro ‘n de Vega yang mengusung corak musik latin yang menghentak. Zarro (vokal dan gitar akustik nylon), Ricky (bass), Revi A (drum), Wuijoko (perkusi), Iman BS (harmonika) dan Roberto (piano) dapat mengangkat suasana dengan irama latin yang energik. Mereka membawakan 3 repertoire latin yaitu Incompatibilidade, Tolare dan Navegando Sozinho. Penampilan kesebelas kembali mengangkat aura fusion yaitu Afy yang beranggotakan Aji (gitar), Franky (bass) dan Yudhi Dado (drum). Mereka memainkan Giant Steps yang diaransemen progresif serta Blues 3/8 yang rancak. Sayang penampilan mereka sedikit terganggu oleh kabel gitar Aji yang bermasalah, kadang nyala kadang mati. Namun overall mereka berani membawakan nomor jazz yang sedikit berbeda. Melanjutkan suasana fusion adalah penampilan berikutnya dari Tiga Mawarnih yang beranggotakan Franky (bass), Mudrika (gitar) dan Riza M (drum). Mereka sudah merilis sebuah album indie label dan sering tampil di berbagai ajang jazz nasional. Tiga Mawarnih memainkan 3 buah lagu komposisi mereka sendiri. Sedikit masalah juga menimpa penampilan mereka karena komputer yang mereka gunakan untuk menjalankan sequencer mendadak ngadat. Lagu kedua terpaksa mereka ganti karena masalah tersebut. Demikian pula lagu ketiga yang mereka mainkan terpaksa dihentikan oleh Franky karena komputer masih bermasalah. Namun demikian tidak mengurangi respek audiens terhadap permainan mereka yang kaya olah skill dan teknik prima.

Penampilan ketiga belas oleh Agus Takari & Friends mengembalikan lagi era klasik jazz. Agus Takari (gitar), Peppy (vokal), Herman (drum), Martin (bass) dan Ade (piano) sebenarnya terbentuk dadakan pada saat itu juga karena tim yang direncanakan sebelumnya oleh Agus tidak bisa hadir. Namun jam session dadakan ini cukup mampu menghadirkan nuansa jazz yang kental dari permainan gitar Agus Takari yang sebagai seorang guru telah menghasilkan murid-murid jazzer yang handal juga. 2 buah nomor yang mereka bawakan adalah Take The A Train dan Stella By Starlight. Berikutnya yang tampil adalah New Kids On The Bob (NKOTB) yang beranggotakan Rio (gitar), Reza (drum) dan Taufan (bass upright elektrik). Meski rata-rata masih berusia muda, mereka mampu membawakan 3 buah reperoire standard jazz dengan apik. 3 nomor yang mereka bawakan adalah Sometime Ago, Four On Six dan Chelsea Bridge. Khusus pada lagu terakhir, permainan gitar Rio terdengar sangat indah dan matang memainkan nomor ballad tersebut. Jika kita tidak melihat siapa yang bermain pasti kita akan menebak bahwa yang memainkan gitar pada lagu tersebut adalah jazzer yang sudah tua.

David Klein, seorang sound engineer ternama di Indonesia, menyempatkan diri hadir dan ber-jam session di atas panggung bersama NKOTB. Membawakan C Jam Blues dan Misty featuring Peppy Probo, David Klein menunjukkan keahlian lainnya yang selama ini terpendam, yaitu memainkan piano. Sentuhan jazz pada permainannya sangat kental, meski sudah lama tidak bermain piano di panggung.

Acara tampaknya harus segera dihadiri karena waktu telah menunjukkan sekitar pukul 00.30. Penampilan penutup (keenam belas) adalah tuan rumah, yaitu grup Bicara yang beranggotakan Alex Kuple (bass), Erick (gitar), Sonny (piano) dan Bobby (drum). Bicara memainkan 2 buah nomor standard jazz yaitu Waltz New dan Confirmation. Bicara juga sering tampil di berbagai event jazz, terakhir mereka tampil di event Jazz Blunt di Tennis Indoor Senayan sebagai opening act dari konser James Blunt, dengan mengaransemen beberapa nomor James Blunt menjadi jazz.

Setelah Bicara, gelaran Ulang Tahun Pertama KJC diakhiri oleh jam session seperti layaknya event-event jazz berbasis komunitas. Jam session pertama yang terdiri dari Carolina & Peppy (vokal), Bobby (drum), Dede (gitar), Martin (bass), Sonny (piano) dan Yose (perkusi) memainkan nomor Route 66. Dilanjutkan oleh jam session kedua yang terdiri dari Alex Kuple (bass), Erick (gitar), Beben (vokal), Hendra Jr. (drum), dan Yose (perkusi) membawakan nomor Just Friends.

Sebagai sebuah komunitas yang baru seumur jagung alias setahun, ternyata Komunitas Jazz Chic’s telah sedemikian berkembang dan mampu menarik minat baik penikmat maupun musisi jazz untuk berpartisipasi dalam mengembangkan musik Jazz. Salut dan selamat buat KJC, serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang hadir pada acara Ulang Tahun Pertama KJC. Salam Jazz. (Alex Kuple 2008).

Foto-foto bisa diklik disini, click here for photos

Tuesday, April 29, 2008

Review Gathering ke-9 Komunitas Jazz Chic’s 24 April 2008

Review Gathering ke-9 Komunitas Jazz Chic’s 24 April 2008

April 28, 2008

Tanpa terasa Komunitas Jazz Chic’s (KJC) sudah berusia hampir genap setahun. Tepatnya bulan Mei depan pada tanggal 22 Mei 2008, KJC akan merayakan ulang tahun pertamanya dengan gathering yang dirancang akan lebih meriah dari gathering rutin bulanan biasanya. Dan mulai gathering ke-9 tanggal 24 April 2008 yang baru saja lewat, aroma perayaan ulang tahun sudah terasa dengan banyaknya penampil dan penonton yang hadir di pelataran parkir Chic’s Musik Rawamangun Jakarta Timur, tempat acara gathering KJC biasa diadakan. Boleh dibilang gathering kali mencatatkan prestasi baik dalam hal jumlah penonton maupun penampil.
Mengambil tema “Swing Era”, gathering dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan penampilan jam session dari para instruktur Chic’s Musik yaitu Erick (gitar), Bhayu (piano), Ossa (drum) dan Joko (bass) membawakan lagu standard Solar. Selanjutnya, gathering dimeriahkan dengan kehadiran Beben (pelopor Komunitas Jazz Kemayoran) yang memberikan workshop tentang Jazz khususnya pada era Swing, dilanjutkan dengan talkshow bersama Erick (yang termasuk salah seorang pelopor KJC). Kemudian Beben tampil bernyanyi dan bermain gitar bersama Ossa, Joko dan Ade (piano) membawakan 2 buah lagu Swing Just Friends dan Now’s The Time. Masih ingatkan dengan Ade? Dia masih berusia belasan tahun dan memiliki bakat luar biasa, dan sangat istimewa karena dia memiliki gangguan penglihatan namun mampu memainkan banyak repertoire jazz dengan fasih.
Penampil berikut adalah langganan dalam setiap gathering KJC yaitu kelompok Heaven On Earth yang digawangi oleh trio Bhayu, Ossa dan Franky (bass). Mereka sedikit menyimpang dari era Swing dengan membawakan nomor-nomor karya sendiri yang kental bernuansa Fusion. Kali ini KJC kedatangan tamu yang istimewa yaitu Iwang Noorsaid, seorang pianis/kibordis yang sangat dikenal di kalangan para jazzer karena memiliki bakat dan kemampuan spesial semenjak dia kecil bersama band The Kids. Iwang langsung didaulat naik ke panggung untuk ber-jam session bersama Alex Kuple (bass), Ossa, Erick, Jose (perkusi) dan Wisnu (saxophone). Jam session ini membawakan irama jazz yang sedikit funk dengan memainkan lagu-lagu Feel Like Making Love dan Cantaloupe Island. Meski baru didaulat di panggung namun disinilah letak kekuatan sebenarnya dari musik Jazz, yaitu menyatukan hati dan jiwa dalam bermain bersama meski secara mendadak saling dipertemukan tanpa latihan sebelumnya.
Berikutnya yang tampil adalah Quintet Erick, Joko, Herman (drum), Ade dan Wisnu yang mengembalikan nuansa Swing dengan membawakan lagu-lagu In A Sentimental Mood dan Take The A Train. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan manis berirama swing dan latin dari Tania & Friends, terdiri dari Tania (vokal), Ricky (bass), Hendra (drum), Totong (gitaris Canizzaro), Jose (perkusi), Ade, dan Acil (perkusi). Mereka membawakan 3 buah lagu Lullaby Of Birdland, Misty dan Close To You.
Gathering kali ini semakin meriah dengan kehadiran Krishna Siregar, seorang pianis jazz yang juga cukup dikenal di kalangan jazzer dan tergabung bersama Iwang Noorsaid dalam kelompok Storytellers yang sering mengisi perhelatan jazz nasional seperti Jak Jazz dan Java Jazz. Krishna didaulat ber-jam session bersama Ricky, Hendra, Jose (kali ini bernyanyi), dan Dodi (gitar). Mereka membawakan lagu swing jazz blues Billie’s Bounce.
Karena waktu sudah mendekati tengah malam, gathering terpaksa harus segera diakhiri dengan jam session dari Krishna, Iwang, Franky, dan Ossa yang memainkan lagu Donna Lee. Krishna dan Iwang berbagi 1 piano dan saling bergantian ber-solo ria dengan kemampuan mereka yang istimewa. Sangat tepat untuk menjadi penampil pamungkas dalam gathering KJC kali ini, meninggalkan rasa puas yang dalam bagi para penonton serta rasa penasaran menunggu kemeriahan gathering ulang tahun pertama KJC bulan Mei 2008. Salam Jazz! (Alex Kuple).

Friday, April 04, 2008

Super Grunge (Show at Classic Rock Cafe Bandung, 27 March 2008)


Super Grunge (Show at Classic Rock Cafe Bandung, 27 March 2008)

Super Grunge merupakan kolaborasi dari para musisi yang pada era tahun 1990-an mengawali karir dengan memainkan musik aliran grunge dan alternative rock. Terdiri dari Ipang (Vokalis dari Plastik/BIP), Magi (Drummer dari /rif), Edwin (Gitaris dari Cokelat) dan Alex Kuple (Bassist dari ALV). Kesaman akar musik inilah yang mendasari terbentuknya proyek Super Grunge, yang didukung oleh pihak Classic Rock Bandung sebagai penyelenggara acara Alternative Nation pada tanggal 27 Maret 2008. Dengan persiapan yang boleh dikatakan minim, hanya mengandalkan ingatan pada masa lalu pernah membawakan jenis musik grunge ini - seperti dikatakan oleh Ipang dan Magi "Udah kira-kira 15 tahun yang lalu nih kita bawain lagu-lagu grunge!" - namun kecintaan pada jenis musik inilah yang membuat proyek Super Grunge menjadi penuh semangat membara. Proyek ini seakan membawa spirit pencerahan baru pada masing-masing musisi, memberi nafas segar saat kembali ke band mereka masing-masing, itulah yang ditekankan oleh Edwin. Peran dari Joshua (manajer Funkop dan staff promosi majalah Rolling Stone) dan Trisno (Bassist dari Pas Band) sangat besar dalam membidani proyek Super Grunge ini. Melalui mereka jugalah proyek ini bisa berjalan dengan sukses.

Repertoire yang dibawakan oleh Super Grunge pada show 27 Maret 2008 :

1. Plush (Stone Temple Pilots)

2. Interstate Love Song (Stone Temple Pilots)

3. Alive (Pearl Jam)

4. I Alone (Live)

5. Would (Alice In Chains) dinyanyikan oleh Che dari Cupumanik

6. Come As You Are (Nirvana) dinyanyikan oleh seorang vokalis dari komunitas grunge Bandung

7. Spoonman (Soundgarden)

8. I Don't Know Anything (Mad Season)

9. Jeremy (Pearl Jam)

10. Black (Pearl Jam)

Meski diadakan pada hari kerja, yaitu Kamis malam Jumat, namun jumlah kursi di Classic Rock terisi penuh, ditambah beberapa puluh penonton yang berdiri. Penonton yang kebanyakan berasal dari komunitas grunge Bandung terlihat antusias sambil bernostalgia ke era musik rock yang bagus dan bermutu tahun 1990-an. Che - vokalis Cupumanik - menyempatkan diri hadir dan ber-jamming ria di panggung, membuat atmosfir grunge kian terasa kental. Demikian juga Trisno - bassist Pas Band - yang memaksakan diri untuk hadir dan menikmati suasana grunge kembali, meski baru saja kembali dari konser di luar kota bersama Pas.

Musik grunge tampaknya tidak akan pernah mati, setidaknya di hati para penggemar sejati grunge. Meski dulu pernah mencapai puncak kejayaan pada era tahun 1990-an dengan The Big Four (Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden dan Alice In Chains), saat ini boleh dikatakan menjadi semacam gerakan underground sekaligus gerakan moral dengan menyisakan motor utama Pearl Jam yang tetap eksis sampai detik ini. Proyek ini juga berusaha untuk mengembalikan semangat bermusik yang murni, bila kita melihat keadaan musik Indonesia saat ini yang hampir seratus persen berorientasi pada lagu cengeng. Seperti pernah menjadi bahan pembicaraan hati ke hati (curhat) antara Edwin dan Alex, bahwa anak band 90-an sekarang sedih melihat band-band yang ada saat ini karena lebih menomorsatukan selera pasar dibandingkan mutu dan kreativitas berkarya. Semoga proyek ini bisa terus berjalan dan berkembang untuk memberikan pencerahan pada penikmat musik Indonesia saat ini yang sudah terlanjur terbius dengan musik-musik pop cengeng. Kembalikan semangat musik sejati!

(Alex Kuple).


Sunday, March 02, 2008

Puisi : Balita Di Jalanan

Balita di Jalanan

Siapakah yang akan menjaganya,
menemani hari-harinya,
bermain, bercanda, belajar hidup, merasa,
membantunya, menghibur di kala duka,
memberinya makan, minum, susu, kehangatan,
menjaganya, merawatnya, melindunginya,
membuainya, menceritakan dongeng sebelum tidur?
Saat melihatnya, masihkah kita merasa hidup ini adil?
Katakan padaku keadilan seperti apa untuknya?
Di jalanan ia terpaksa melalui hidup yang nyata
Sangat nyata sampai air mataku tak mampu keluar,
menyisakan kesesakan yang sangat di dada
Kebahagiaan coba diraihnya lewat dunia yang tak ramah
Kecrekan dari tutup botol atau galon bekas air mineral menjadi alat mencari makan
Bertahan untuk makan sekedarnya mengais rejeki dari uluran tangan orang
Sekolah di jalanan dengan seragam kusam
Apa pelajaran yang akan didapatnya dari kesombongan dunia?
Kawan, aku tak mampu melanjutkan kata-kata,
karena kata-kata tak pernah mampu menceritakan betapa perih hati merasa.

(Alex Kuple, Jakarta 3 Maret 2008)

Puisi : Diam Tak Selamanya Emas

Diam Tak Selamanya Emas

Saat diam tak tertahan
Kata-kata meluncur menghunjam deras
Tegas tuntas terkadang beringas
Siapa yang sanggup membungkam pikiran?
Ketika nurani telah dicampakkan dalam kubangan,
dan harga diri ditindas terampas tak berbekas
Janji tinggal bualan dan dongeng mimpi buruk
Lantangkan suaramu sobat,
karena diam tak selamanya emas.

(Alex Kuple, Jakarta 20 Februari 2008)

The Army Ants Second Show

KONSER KEDUA THE ARMY ANTS

Tanggal 22 Februari 2008, bertempat di Vicky Sianipar Music Center di Jalan Minangkabau Manggarai Jakarta Selatan, The Army Ants tampil dalam acara launching Qitix sebagai penyedia jasa content digital seperti ring back tone, wallpaper, dan sebagainya. Berbeda dengan penyedia content digital lain, Qitix lebih mengutamakan karya-karya band-band indie ataupun perseorangan dengan tidak mensyaratkan sudah sign kontrak dengan perusahaan rekaman sebelumnya. Jadi meski The Army Ants belum mendokumentasikan karya-karya ciptaan sendiri dalam bentuk fisik album CD atau kaset, lagu-lagu The Army Ants bisa di download sebagai ring back tone, true tone, wallpaper dan bentuk digital lain melalui Qitix.

Lebih lengkap bisa ikuti link berikut:
http://www.qitix.com/web/artis_detail.php?aid=9
Download The Army Ants Ring Back Tone at
http://www.qitix.com/web/download.php?aid=9
or at
http://www.freekoms.com/en/general/ringlist.jsp?keyword=the+army+ants

Konser kedua The Army Ants dimulai sekitar pukul 8 malam. Saat tampil, jumlah penonton terbilang minim, karena mungkin konser hari itu berbarengan dengan konser Helloween di Senayan. Namun The Army Ants yang kali ini selain Alex Kuple (Bass) dan Joshua (Vokal) dibantu juga oleh Mita (Drum), Yugo (Keyboard), dan Adit (Gitar) tetap menyajikan penampilan yang maksimal. Diawali dengan lagu Whatever Song yang medium tapi grungoholic pada bagian interlude, penonton tampaknya masih sedikit mikir dengan jenis musik yang dibawakan. Perpaduan antara Grunge dan Pop. Lagu berikutnya adalah We're Not Okay yang sedikit lebih menghentak tetap dengan nuansa grunge dan pop dibalut sentuhan funk pada beatnya. Lagu ini cukup memanaskan suasana. Lagu ketiga Cover My Day yang diawali dengan intro piano ditimpali riff gitar. Lagu ini tergolong lembut dan menjadi favorit banyak pengunjung website myspace The Army Ants (www.myspace.com/thearmyants). Joshua berhasil membius penonton dengan keindahan melodi dan lirik Cover My Day ditimpali dengan vokal sedikit menggeram khas grunge. Beberapa penonton mulai merapat ke depan panggung sekedar untuk melihat atau mendengar lebih jelas, juga untuk mengabadikan dengan kamera foto penampilan The Army Ants. Lagu keempat Forever Games dengan intro gitar yang mengingatkan sekali suasana musik grunge alternatif era 90-an namun dibalut dengan orkestrasi string di tengah lagu, ditambah suasana grungy yang berbau jazz pada bagian interlude. Sebagai lagu terakhir, The Army Ants membawakan Dirty Rain yang beraroma riff gitar british rock namun dengan suasana grunge serta sedikit sentuhan jazzy juga pada interlude. Secara keseluruhan penampilan The Army Ants kali ini bisa dikatakan solid dan maksimal. Emosi dan dinamika lagu berhasil dibawakan dengan cukup baik sehingga mampu memancing respons positif dari penonton. Terimakasih banyak buat teman-teman yang menyempatkan hadir dan menyaksikan langsung penampilan live kedua The Army Ants, salam grunge! (Alex Kuple).

Tuesday, February 19, 2008

Puisi : Dalam Hujan

Setiap rintik begitu perih mengusik kesenyapan
Tik tik tik lagu lama yang mengingatkan kedamaian
Terbuai dalam alunan dan ayunan
Ingin kembali ke hari-hari yang penuh kepastian

Rintik yang jatuh di muka menusuk-nusuk hendak masuk
Pedih terasa di jari-jari
Dalam hujan kita hanyutkan lamunan
Detik-detik hilang tersapu rintik
Entah kemana perginya keheningan
Saat rindu pada ketenangan terhapus hujan.

(Alex Kuple, Jakarta 20 Februari 2008)

Sunday, February 03, 2008

Kalau Nggak Banjir Bukan Jakarta Namanya


Banjir sudah bukan fenomena alam yang aneh untuk kota jakarta. Kalau dulu siklus banjir besar adalah 5 tahunan, sekarang tampaknya dipercepat menjadi 1 tahunan. Salut buat gubernur baru sesuai dengan slogan kampanyenya "Serahkan pada yang ahlinya", karena ahli juga mempercepat siklus banjir. (Applause....).
Jumat pagi 1 Februari pertanda a bad day sudah terasa ketika KRL AC langganan tidak beroperasi karena rusak akibat hujan lebat semalamnya. Alhasil pindah moda angkutan dengan bis biasa dengan keadaan jalanan yang macet ruarr biaasaaa. Sampai dekat kantor di kawasan industri pulogadung jalan tergenang setinggi lutut sampai sang tukang ojek menyerah nggak mau lanjut, jadi... ya balik lagi ke rumah. Dalam perjalanan pulang banjir sudah mulai meluap dimana-mana. Sore jam 15.30 terpaksa harus pergi lagi ke daerah Kelapa Gading karena ada job manggung bersama Baim. Dari rumah ke arah jalan Sudirman jalan sangatlah lancar tanpa macet dan banjir. Yang repot dari Sudirman ke arah Kelapa Gading tidak ada angkutan umum yang beroperasi lagi. Terpaksa berpindah-pindah angkutan dengan rute agak memutar. Ke arah Senen sekitar pukul 16.00 terjebak banjir setinggi pinggang orang dewasa. Dari Senen lanjut ke arah Cempaka Putih, terpaksa turun sebelum ITC Cempaka Mas karena air sudah menggenang dimana-mana di daerah Cempaka Putih. ITC Cempaka Mas sekitar pukul 17.00 dikepung banjir di sekitarnya, dari setinggi lutut sampai sedada orang dewasa. Kawasan itu sudah seperti taman wisata karena orang-orang pada terjebak dan turun dari kendaraan masing-masing pasrah melihat keadaan. Tukang-tukang makanan tersebar menjajakan dagangannya. Dari perempatan Coca Cola itu mau menyeberang ke arah Kelapa Gading tapi akhirnya mengurungkan niat karena di kejauhan terlihat orang-orang menyeberang air sudah setinggi dada. Alhamdulillah selepas magrib Bodonk dan Kikoy (crew Baim) menjemput dengan motor melewati jalan bypass ke arah mal artha gading. Meski banjir namun motor masih bisa menerobos kepungan air. Dilanjutkan berjalan menerjang banjir di perkampungan pinggir jalan bypass, sampai juga di daerah kelapa gading, kemudian naik motor sampai Balai Sudirman. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 padahal jadwal Baim tampil pukul 20.30 WIB. Ternyata Baim, Acha (Drummer) dan Eko (Asisten Baim) terhambat banjir sehingga harus naik ojek motor juga menerjang banjir sepinggang sembari menggendong gitar dan bass supaya sampai di daerah Kelapa Gading. Acara Ulang Tahun Yayasan Don Bosco pun mengalami banyak perubahan, Baim jadi penampil terakhir sekitar pukul 21.30. Acara berlangsung tetap meriah meski tamu yang hadir kurang dari separo. Sungguh show yang penuh perjuangan. Jakarta oh Jakarta, kapan bebas banjir? Dalam mimpi kali ya, meski dengan Gubernur yang lebih ahli dari sang ahli.

Monday, January 28, 2008

Trying To Be A Journalist


Menjadi jurnalis (redaksi/wartawan) tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Meski menulis (terutama puisi) sudah merupakan hobi sejak lama, namun berkarir sebagai seorang jurnalis merupakan sebuah langkah kejutan dalam hidup. Sejak Januari 2008, Alex Kuple resmi menjadi staff redaksi di majalah Audio Pro. Pilihan ini didasarkan pertimbangan bahwa bidang garapan masih tetap musik, yang kali ini lebih fokus kepada alat-alat musik. Seiring bertambahnya usia, di samping udah nggak laku lagi bikin band, keputusan ini semoga adalah yang terbaik untuk masa depan. Profesi sebagai pengajar musik juga masih ditekuni pada akhir pekan, selain itu kadang masih ada beberapa job manggung bersama Baim. Tetap semangat, terus berkarya demi musik Indonesia!